Garang dan Lemah Gemulai Disaat Yang Bersamaan
Slylab dari proyek solo Dean (programming). Dia sudah main dari tahun 2005an dan mulai malang melintang tahun 2006an di MySpace, ketemu banyak orang, dan hingga akhirnya bergabung bersama teman-teman dari OpenLabs. Disana banyak ketemu temen-temen seperjuangan (bedroom musician) kaya BottleSmoker, Asturiaz, Europe in de Tropen, Do Ear, Souldelay, dll. Dari situ Slylab dapet banyak ilmu hingga akhirnya bikin mini album Love Will Conquer All, yang dirilis oleh net label dari Portugal. Mulai dari situ juga Slylab join sama beberepa net label buat rilisan kompilasi. Terus akhirnya Slylab menjadi jadi band setelah Dean (Programming) bertemu Rayhan (gitar, vokal) dan Devita (vokal) di bulan Mei tahun 2009.

Musik yang didengarkan dari para personil Slylab memang variatif. Mungkin untuk gambarannya, Dean lebih sering dengerin band berbau electronic dengan segala jenis sub-genrenya, Rayhan suka sama psychedelic, dan Devita suka yang berbau gelap macam gothic atau darkwave. Dari gabungan music kegemaran mereka, terciptalah genre Ambient dengan elemen IDM dan sentuhan Ethreal yang diusung oleh Slylab.
Proses kreatif mereka selalu dimulai dari Dean yang menciptakan lagu. Setelah itu brainstorming bersama Rayhan untuk diedit, dikasih fill in gitar dan bereksperimen. Jika dirasa sudah fix, maka Dean bakal memoles kembali lagunya, dan yang terakhir Devita dan Rayhan mengisi lirik. Lirik Slylab menceritakan tentang keseharian seorang anak manusia. Entah itu cinta, sosial, emosi, alam yang dirusak, bahkan mereka membuat lagu tentang Hari Bumi.
Slylab memiliki sisi maskulin dari dua pria dan sisi feminim dari satu wanita. Jadi pada intinya musik mereka bisa garang dan lemah gemulai disaat yang bersamaan.
Comments (0)