20 Tahun Dagang Musik Berdarah-darah a la Rottrevore Records

20 Tahun Dagang Musik Berdarah-darah a la Rottrevore Records

Sebagai musisi extreme metal yang tumbuh di era '90an, selera musik Ferly terpaku pada band yang mengusung komposisi pure brutal death metal yang saat itu dipopulerkan oleh label-label rekaman dari Amerika, macam Unique Leader dan United Guttural. Menurut Ferly, selain hal teknis terkait musik, ada hal lain yang juga tidak kalah penting ketika sebuah band ingin bergabung dengan Rottrevore Records, yaitu band yang produktif, aktif berjejaring dan mempunyai mental baja.

Terkait dengan pola promosi dan penjualan di era dunia digital hari ini, Ferly justru menemukan fakta unik terkait dengan hadirnya kembali pola konvensional. Peran sosial media memang membantu penyebaran informasi, namun ternyata ada juga sebagian konsumen yang tidak aktif atau bahkan tidak mempunyai sosial media. Salah satu cara menjangkau mereka dengan cara membuka komunikasi secara personal. Dan itu, menurut Ferly terbukti efektif dalam menjual produk labelnya. Bahkan, ada banyak konsumen yang hobi mengoleksi flyer dalam format cetak. Makanya, dalam setiap pengiriman produk Ferly selalu menyisipkan flyer cetak untuk sekadar dikoleksi.

Terkait dengan maraknya rilisan dalam format digital di berbagai platform, Ferly anggap itu bukan prioritas. Rottrevore Records masih fokus dan bertahan dengan rilisan fisik dalam format CD. Rilis format digital tetap dilakukan hanya sebagai bentuk proteksi label terhadap klaim hak cipta, walaupun secara profit tidak banyak memberi keuntungan.

Ketika ditanya apakah peluang pasar musik ekstrem masih terbuka, dengan tegas Ferly menjawab tidak. Menurutnya, dalam 10 tahun terakhir sudah makin banyak label rekaman yang berkecimpung di ranah musik ekstrem. Salah satu cara Rottrevore Records untuk bisa bertahan dalam kompetisi market adalah Ferly lebih selektif dalam memilih band. Kunci mengapa Rottrevore Records bisa bertahan hingga dua dekade adalah baik band maupun label berkomitmen untuk berjuang bersama dan menjadikan label kompetitor sebagai mitra jualan.

Ketika ditanya rencana ke depan, Ferly memaparkan ingin membuat semacam agensi yang memfasilitasi band untuk bisa menggelar tur. Membuka peluang market juga menjadi prioritas, salah satunya berencana merilis salah satu band dari India sebagai bagian menyasar market di kawasan Asia. Selain itu, Rottrevore Records sedang menggarap kompilasi band brutal death metal dari Indonesia. Total, akan ada 13 band dan Jasad akan jadi bagian kompilasi ini sekaligus merilis single terbarunya.  

Sebagai salah satu label rekaman yang fokus di ranah musik ekstrem, Ferly sadar betul bahwa berdagang musik berdarah-darah itu tidak mudah. Namun, perjalanan selama dua dekade telah memberinya banyak pelajaran. Dengan amunisi hasrat yang tak pernah padam, kini Ferly bisa tersenyum bangga karena ada banyak band yang pernah ada di bawah naungan Rottrevore Records telah menjelma menjadi monster-monster death metal yang merajai pasar di tanah air, bahkan hingga mancanegara.

Hail brutal death metal!

BACA JUGA - Dari Album Mini '5', Jasad Rilis Video Lirik "Pancamakara"

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner