25 Tahun ‘Relikui’ EP : Deru Mesin Industrial SEL Format Kaset
Nyaris 20 tahun lebih hibernasi dan hampir mati, percikan kehidupan membangkitkan kembali beruang besar itu. SEL kembali lagi dengan materi baru yang menular
Masa lalu adalah fragmen memori yang menjadi hal yang berujung kenangan di benak, namun juga penanda satu hal yang kerap mengusik siapapun. Urusan yang belum selesai ataupun berhenti dengan baik, hingga menjadi kegelisahan yang butuh jawaban. Hal ini yang dialami Makki dan Riza, keduanya memiliki band industrial berbahaya pada akhir tahun 1990 bernama SEL yang kemudian terhenti begitu saja setelah merilis album penuh bertitel Suara Sunyi (1999).
Nyaris 20 tahun lebih hibernasi dan hampir mati, percikan kehidupan membangkitkan kembali beruang besar itu. SEL kembali lagi dengan materi baru yang menular. Oleh Anoa Records, SEL merilis kembali demo tape pertama mereka secara digital pada tahun 1996, ditambah dua lagu bonus (remix) yang didedikasikan untuk vokalis mereka yang sudah meninggal; Ademus.
Cuplikan memori pada masa lalu yang menjadi hal yang berujung kenangan di benak, kendati pun juga indikatornya satu hal yang kerap mengusik siapapun - kabar istimewa datang dari Anoa Records yang merilis kembali kaset EP SEL yang dirilis 1996, bertitel Relikui.
SEL menjadi sedikit band terawal, salah satu wajah skena lokal yang menggeliat di industri musik Indonesia, mewakili arus pinggiran – musik underground Bandung era emas 90-an. Mereka merilis demo tape self title yang kelewat mandiri pada tahun 1996, berisi empat track lagu yang begitu gelap dan menakutkan – terselip lirik kecemasan nan gelap tentang kehidupan, pengkhianatan dan penghancuran diri yang intens.
Pada tahun 1998, dengan soundscape musik dari SEL yang abrasif, berlapis dan agresif, band ini menandatangani kontrak baru dengan Independent Records dan memproduseri album penuh pertama SEL berjudul Suara Sunyi (terjemahan: tenang), berisikan sebelas lagu yang didominasi suara yang keras, berisik dan ketukan yang dipompa konstan, hampir membuat gendang telinga semua orang lepas.
Selepas merilis album debut penuhnya, dilanjutkan dengan serangkaian pertunjukkan live yang destruktif hingga tahun 2000, sampai akhirnya SEL memutuskan mengambil proses hibernasi yang panjang.
Comments (0)