Split The Ocean : Band Alternatif Tanpa Romantisme Grunge

Split The Ocean : Band Alternatif Tanpa Romantisme Grunge

Band alternatif Bandung, Split The Ocean dibentuk pada pertengahan tahun 2019. oleh Pram (Bass), Jehan (Lead Guitar), Lucky (Gitar Rythm), Ibenk (Drum), Aldy Manopo (Vocal). Ditemui disela-sela syuting DCDC Musikkita, mereka menuturkan jika nama Split The Ocean sendiri berhubungan erat dengan filosofi dari kehidupan yang mereka ibaratkan seperti samudera yang luas. “bagaimanapun kehidupan harus diarungi. Satu sisi kita hidup untuk tekad kita sendiri, sisi lain kita hidup untuk menjadi satu”, ujar mereka.

Menjalani satu tahun berdiri band ini kemudian merealisasikannya lewat single berjudul “Memories”. Diakui oleh mereka jika lagu ini cenderung memiliki kesan lirik kegundahan terhadap seorang wanita. Namun hal tersebut kemudian seolah berbanding terbalik dengan olahan aransemennya, di mana unsur musik rock yang berkesan meledak-ledak ditambah riff gitar dengan tempo berat nan padat terasa dan memberikan penekanan yang kaya pada musik mereka.

Band yang cukup identik dengan musik alternatif rock ini seolah mengembalikan era kejayaan kala musik alternatif menginvasi dunia lewat grunge dengan semua pola kreasi seru yang musik ini sajikan. Namun, berbeda dengan kebanyakan band alternatif lainnya yang seolah terlalu meromantisir Nirvana dengan Kurt Cobain sebagai icon nya, band ini kemudian muncul dengan kekhasannya sendiri. Satu hal yang terbilang menyegarkan di ranah musik tanah air.

Meski terbilang baru namun bisa dibilang Split The Ocean merupakan band yang cukup jeli menangkap warna yang ingin mereka suguhkan.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner