A Page About  : Si Kuya Ngora Yang Mewakili Fase Rebel Kala Remaja

A Page About : Si Kuya Ngora Yang Mewakili Fase Rebel Kala Remaja

Bermain musik, mendengarkan/mengapresaisi musik secara luas, pada akhirnya tidak melulu berbicara tentang musiknya saja. Tapi juga apa yang musik itu sampaikan di eranya, atau dalam konteks sederhananya, musik yang mewakili jati diri kala itu. DenganTurtles Jr yang menampar culture pop di arus utama, sampai ketika saya jatuh cinta dengan scene madchester dan banyaknya rilisan Sarah Record, yang bemain musik dengan sederhana, dan jargon “proud to be unpopular” nya itu. Mengembalikan kata “bermain” dengan artian sesungguhnya main musik, atau bermain musik, tidak hanya untuk menjual musik.

Apapun itu, musik yang baik adalah yang bisa mengintrepetasikan sebuah keadaan, dengan menghubungkan pemikiran dan perasaan si pemusik kepada pendengarnya. Sehingga si pembuat musik dan pendengarnya akan terkoneksi dengan baik. Hal tulah yang kemudian menjadikan nama-nama seperti Iwan Fals dan Slank menjadi besar di Indonesia. Karena apa yang mereka sampaikan lewat musik, itu pulalah yang banyak orang rasakan. Yang pada akhirnya si pendengar jadi merasa terwakili oleh musik/lagu yang dibawakan.

Mungkin kita bisa dengan fasih menyebutkan nama-nama musisi yang dianggap bagus dan mempunyai musikalitas yang mumpuni. Tapi jika apa yang mereka (musisi itu) mainkan nyatanya tidak bisa mewakili perasaan pendengarnya, maka musiknya hanya akan berujung pada sebatas bahan diskusi saja, tentang bagaimana musik itu dibuat secara teknis, atau bahkan mungkin dengan hanya sebatas predikat “coolnes” saja, tanpa musiknya itu sendiri berbicara banyak tentang apa yang seharusnya bisa ditangkap, oleh suatu keadaan yang terhubung dengan yang pendengarnya rasakan.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner