A Page About : Bersemayam Bersama Rabu Sampai Saat ini
Ya, tak salah lagi, mistis menjadi daya tarik unik untuk band satu ini. Saya masih ingat, lagu mereka yang pertama saya dengarkan judulnya adalah “Semayam”. Sesuai dengan judulnya saya merasakan nuansa kelam dalam hutan rimba dengan semak belukar yan berserakan dimana-mana, serta memadati tiap pepohonan yang ada. Saya tak bisa lari, karena seluruh tubuh telah dicekam oleh tumbuhan parasit. Tanp disadari lagunya terus mengawang dikuping saya, membuat imajinasi semakin meliar. Ditengah kecaman tumbuhan hijau, berakar tebal nan kuat itu, saya dipaksa masuk ke dalam lumpur hidup untuk bersemayam dalam jangka waktu yang tak bisa ditentukan disana. Lantas saya bisa apa, hanya do’a yang bisa dipanjatkan dari lewat bibir saya, berharap semoga bisa terlepas dari fenomena itu. nyatanya tidak, Rabu terus-menerus membawa saya masuk kedalam lumpur hidup tersebut. Tanpa disadari bagian kepala mulai masuk, perlahan-lahan menuju area mata dan meninggalkan sehelai benang rambut terakhir. Begitu juga dengan durasi lagunya yang kala itu telah berakhir, imajinasi suram itu menghilang secara seketika dan sadar kembali didunia nyata.
Sebegitu menyeramkan musik yang dimainkan oleh grup ini. walau demikian, saya masih mengharapkan grup ini untuk memproduksi karya musiknya. Namun, semesta berkata lain. Beberapa waktu lalu, Rabu menyatakan lewat akun media sosialnya bahwa ia beristirahat dalam jangka waktu yang tak bisa ditentukan. Semoga saja mereka kembali lagi, membawa warna baru pada musiknya. Tapi sampai saat ini, saya masih bersemayam dengan Rabu.
Comments (0)