A Page About : Flukeminimix Dan Ruang Imaji Yang Disampaikan Musiknya

A Page About : Flukeminimix Dan Ruang Imaji Yang Disampaikan Musiknya

Musik tanpa lirik ini seperti yang dihadirkan oleh Flukeminimix ini, menangkap gelagat bunyi yang lahir, untuk kemudian direpresentasikan oleh ruang imaji sampai berbentuk sebuah bangunan

Flukeminimix. Saya tahu band ini sekitar tahun 2012, ketika nonton penampilan mereka di Majahouse secara tidak sengaja. Karena waktu itu niat awalnya mau nonton Nicfit sama Under The Big Bright Yellow Sun. Pada waktu itu mereka tampil bagus, baik dari segi performance maupun secara musikalitas nya. Apalagi mereka terbilang niat dengan memboyong Cello dan Contrabass dalam pertunjukan mereka. Flukeminimix menyuguhkan relevansi musik tanpa lirik, dalam kaitannya sebagai sarana menyampaikan pesan sebuah lagu. Mereka merepresentasikan tiga unsur penting dalam proses penciptaan karya (Pengalaman, perasaan, dan daya hayal) lewat sebuah musik tanpa lirik.

Taufik Rahman, penulis sekaligus pemilik label rekaman Elevation Records pernah berujar jika dalam hal teknis bermusik, peran instrumen yang dimainkan pada musik post rock/eksperimental rock seperti Flukeminimix ini adalah bukan tentang seberapa hebat mereka bermain musik secara teknis, tapi instrumen musik disini ada untuk membangun, atau menangkap struktur dan ambience emosi yang ingin disampaikan. Hal yang dikuatkan pula oleh pernyataan salah satu personil Flukeminimix, yang mengatakan jika beberapa dari mereka ada yang tidak bisa, atau tidak begitu mahir memainkan alat musik, dari segi teknis harus seperti apa. Namun lepas dari itu ada sense of sounds, dari emosi yang ditampilkan masing-masing personil dalam lagu Flukeminimix, yang kemudian bentuk itu terstrukur jadi sebuah ambience yang mengisi ruang imaji ditiap telinga yang mendengar. Pola seperti itulah yang akhirnya membentuk sebuah representasi bunyi lewat sebuah judul lagu. Apalagi jika berbicara tentang keutuhan sebuah album, yang lengkap dengan artwork didalamnya, makin menguatkan argumen yang ingin disampaikan Flukeminimix dalam karya mereka. Walaupun untuk musik tanpa lirik seperti ini setidaknya rentan akan penafsiran yang beragam, sesuai dengan kapasitas mencerna masing-masing orang yang mendengar.

Musik tanpa lirik ini seperti menangkap gelagat bunyi yang lahir, untuk kemudian direpresentasikan oleh ruang imaji sampai berbentuk sebuah bangunan. Ornamen seperti simbol pada artwork pada cover album nya, ataupun ruang/tempat untuk mendengarkan lagu tersebut, ada untuk menguatkan bangunan seperti apa yang sedang dibangun. Apakah kita sedang membangun sebuah taman, sebuah danau, atau sebuah absurd paradiso, tempat dimana kita merasa nyaman dengan imajinasi kita sendiri, singgahan antara mimpi dan paradoks akan ilusi dan harakiri. 

Seperti misalnya ketika saya membangun imajinasi itu dengan bunyi noise yang pekat, distorsi kasar, ketukan drum yang agresif sampai menit kedua lagu itu berlangsung, yang menggambakan perjalanan dan lalu lintas yang hectic. Lalu setelahnya bunyi petikan gitar perlahan mengalun, sedikit ditingkahi sayup string section, pelan saja, jangan terlalu mendominasi, agar tidak mengambil peran sunyi yang dirasa perlu sebagai penghormatan untuk sebuah jeda, seperti apa yang dikatakan Jhon Cage di lagu “4’33”. Menit ini menggambarkan suasana kamar yang tenang dan nyaman. Lalu setelahnya diisi dengan ketukan drum yang konstan mengawal sampai menit ke empat, dengan penambahan dan pengulangan melodi dari progresi chord gitar dan bass. Bunyi drum yang konstan menandakan momen monolog dengan diri sendiri dalam kamar sudah dimulai.  

Sampai akhirnya dimenit ketujuh, instrumen musik yang lain pamit, dan hanya menyisakan bunyi dentingan piano. Melodi per melodi dari tiap tuts yang dibunyikan bergerak sangat lambat, makin melambat, pelan, sampai tidak terdengar sama sekali, yang menggambarkan jika lagu selesai, dan saya tengah lelap tertidur. 

sumber foto : http://flukeminimixband.wixsite.com/flukeminimix

BACA JUGA - Imajinasi Dalam Bermusik

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner