A Page About : Ketika Para Musisi Bicara Tentang Bandung
Dua band berikut ini berkisah tentang Bandung, dan hal-hal apa saja yang bisa ditangkap dari kota berjuluk Paris Van Java ini ke dalam sebuah lagu
Berbicara tentang Bandung, yang menurut Pidi Baiq itu bukan hanya letak geografis semata, tapi juga melibatkan perasaan, pada perkembangannya seperti bicara tentang sebuah utopia dari sisi gemerlap mimpi, dan harapan berwujud sebuah kamuflase, dimana hal-hal kontradiktif berdiri bersebelahan, dan menjadi carut marut khas kota urban dimanapun. Dari yang sebelumnya, sebuah kota yang masih asri dan sejuk, sampai pada akhirnya menjadi panas dan padat seperti sekarang ini. Apalagi Bandung adalah ibu kota, tempat dimana semuanya bermuara.
Bandung menjadi sebuah 'lautan ide' untuk musisi berkarya, dimana tiap sudut tempatnya menyajikan ceritanya tersendiri, dan hal itu menjadi objek yang menarik, ketika pada akhirnya barisan cerita dari tiap sudut tempat yang ada disana, diaplikasikan ke dalam bentuk lagu. Seperti halnya Silampukau yang menangkap ragam pernik menarik kota Surabaya, para musisi berikut ini juga melakukan hal yang sama, ketika mereka berkisah tentang Bandung, dan hal-hal apa saja yang bisa ditangkap dari kota berjuluk Paris Van Java ini.
Bandung pernah punya sejarah menarik perihal peristiwa Bandung Lautan Api, yang kemudian diabadikan dalam bentuk sebuah lagu berjudul “Halo-Halo Bandung”. Sampai kemudian berpuluh tahun kemudian, para musisi yang lahir di kota ini menorehkan kecintaannya pada Bandung lewat sebuah lagu. Tentang isiannya sendiri, apakah Bandung diterjemahkan lewat suguhan lirik tentang hal-hal indah kota Bandung? Atau apakah Bandung hari ini hadir dengan romansa tersendiri, dimana asap hitam knalpot dari motor dan mobil yang berlalu lalang, adalah cara Bandung menyambut pendatang, yang menaruh harapan ditiap aspal jalan kota ini.
Comments (0)