A Page About : Ketika Para Musisi Bicara Tentang Jakarta
Bangkutaman – Ode Buat Kota
Ini adalah sebuah lagu yang bisa dinyanyikan oleh siapapun, karena secara pemilihan notasi lagunya sederhana dan menyenangkan. Ringan dan punya hook yang kuat pada bagian reffrain-nya. Namun kekuatan lagu ini sebenarnya bukan pada pemilihan nada vokal yang enak dinyanyikan saja. Namun karena lagu ini berhasil menangkap potret Jakarta selama empat menit lagu itu berjalan. Lirik yang Bangkutaman tulis di lagu ini adalah Jakarta dengan telanjang, tanpa balutan “kain” kepura-puraan, yang biasanya menjadi alat untuk pencitraan. Lagu ini adalah persembahan Bangkutaman untuk orang-orang yang bergelut dengan waktu, setiap harinya di Jakarta, meskipun sebenarnya secara tema besar, apa yang Bangkutaman tulis di lagu ini bisa terjadi juga di beberapa kota besar lainnya selain Jakarta.
Menariknya video klip lagu ini menampilkan sesuatu yang kontras dari Jakarta, dimana selama empat menit lagu ini berjalan, menampilkan kekosongan Jakarta ketika ditinggal penghuninya. Ini sesuatu yang sangat jarang terjadi disana, mengingat kata macet telah menjadi nama lain kota ini. Hal kontradiktif tersebut dibumbui pula dengan gimik running text ala berita televisi, berisikan informasi tentang pertambahan jumlah penduduk Jakarta, jumlah kendaraan, dan pelebaran jalan yang tidak berimbang setiap tahunnya. Sehingga jika hal ini terus berlanjut diperkirakan Jakarta akan menjadi kota yang lumpuh, karena kepadatan jumlah penduduk dan kendaraan yang tidak berimbang dengan pelebaran jalan disana.
Comments (0)