A Page About : Mengulas Sedikit Apa Yang Dibuat Oleh Collapse Pada Awal Kemunculannya
Dengan dibaluti rasa pesimis, penggarapan penuh seorang diri serta hasil saat ini yang didapat itu semua diprakarasai oleh Andika Surya selaku Collapse.
Untuk saat ini, penikmat musik milenial mana yang tak kenal dengan Collapse, apalagi untuk anak muda Kota Bandung. Tapi saya ingat pertama kali bertemu dengan sosok dibalik proyek musik alternative/indie rock itu, siapa lagi kalau bukan Andika Surya. Tepatnya saya lupa tanggal berapa, bulan apa, hari apa, ketika bertemu dengannya di Kedai Juru. Tapi yang pasti akhir tahun 2016, tak lama setelah EP Grieve mulai diperbincangkan oleh para kawula muda sekalu kolektor kaset yang kenal betul seperti apa musik band Dika sebelumnya, Alice.
Singkat cerita, saya bertemu dengan Dika dalam upaya melakukan sesi wawancara untuk dituliskan. Dalam sesi wawancara Dika banyak berujar tentang awal mulanya membuat proyek musik ini, tepatnya tahun 2015. Dika mengatakan, sebelum proyek solo/one man band ini dibentuk, Dika kala itu masih difokuskan untuk membuat materi Alice. Kala itu Dika membuat beberapa chord gitar yang nantinya akan dipakai untuk Alice, dan malah pada akhirnya tak terpakai karena riff-nya dirasa kurang cocok bagi para personil lain. Lantas, dari pada terbuang sia-sia, Dika mengkomposisikan riff tak terpakai itu untuk proyek solo-nya yang diberi nama Collapse dengan pedanan musik berbanding terbalik dari Alice. Seperti Alternative/Indie-rock dengan distorsi shoegaze. Dan merilisnya dengan label baru dari mantan basis Alice terdahulu, Syamsu bernama Royal Yawns menjadikan Collapse sebagai rosters sekaligus rilisan terbaru bagi dua pihak itu. Setelah punya siasat untuk membentuk proyek musik baru, Dika melakukan proses penggarapan untuk materi di mini album Grieve seorang diri. Mulai dari gitar yang sebelumnya telah diceritakan, drum, bass hingga vokal kesemuanya dilakukan olehnya seorang diri. Syamsu selain berkiprah sebagai pemilik label, juga turut ambil bagian dalam proses penggarapan materi Collapse, dimana ia berkirpah sebagai producer. Dan sebagai proyek musik baru, Dika manruh kegundahan dan rasa pesimis untuk Collapse.
Comments (0)