A Page About : Muncul Lewat Distorsi, Annie Hall Menghilang Dengan Misteri
Sampai saat ini tak ditemukan lagi jejak dari permata dari Yogyakarta itu.
Tahun 2017 hampir berakhir. Mengingat akan akhir tahun, tepatnya pada bulan menuju akhir 2016 lalu, saya dihadapakan dengan sebuah materi musik yang aneh tapi manis. Memang susah menjelaskan mengenai dua perasaan yang saya rasakan kala itu di saat ini. yang hanya bisa saya ingat hanyalah dia bernama Annie Hall dan merilis sebuah mini album debutnya bersama Hema Records bertajuk Saudade EP.
Berdekatan di awal kemunculannya, saya kala itu memang sedang mendengarkan kembali beberapa album dari grup favorit Shoegaze. Siapa lagi kalau bukan My Bloody Valentine (MBV) dengan Loveless-nya, Ride dengan Nowhere-nya, atau Slowdive dengan Souvlaki-nya. Dari ketiga album milik grup dedengkot Shoegaze asal Britania Raya, Inggri yang memiliki warnanya tersendiri itu. saya berasumsi bahwa musik Shoegaze memang mempunyai keterikatan tersendiri bagi penikmatnya. Entah itu dari sisi raungan disotorsi kotor, lirik yang manis dinyanyikan oleh wanita, atau nuansanya dapat membuat hati yang dingin semakin tak karuan. Layaknya perahu terombang-ambing di tengah lautan beserta cuacanya yang tak bersahabat, sesekali tenang namun kembali terguncang. Kurang lebih seperti itu yang saya rasakan kala itu. akan tetapi, tidak hanya tiga album shoegaze penting itu saja yang saya dengarkan, melainkan musik yang tak jauh berbeda pun tak bisa saya elakan. Seperti Jesu atau musik-musik yang mempunyai distorsi tebal.
Lantas saya merangkum beberapa unsur musik yang dengarkan kala itu. mulai dari Shoegaze, Noise Rock, Experimental, Post-metal hingga Drone dari beberapa grup musik luar negeri. Namun, entah kenapa perasaan yang tadinya seperti sebuah perahu, seketika berubah menjadi kehancuran layaknya dunia yang dulunya indah berubah menjadi rusak akibat bencana. Tapi kehancuran itu tidak terealisasikan dengan cepat, melainkan secara perhalan-lahan. dan ketika bertemu dengan Annie Hall saya terkaget sekaligus takjub, ternyata ada musisi lokal yang memainkan musik lebih aneh lagi.
Comments (0)