A Page About : The SIGIT as a "Led Zep from Indonesia" ?
Yah, THE SIGIT terus melaju ditengah pro-kontra dan menjadi perbincangan dibanyak media, ketika mereka merilis Album Visible Idea Of Perfection. "Its a LedZep from Indonesia, they play rockin' music better than JET and Wolfmother" tulis salah satu media cetak pada saat itu. Tak hanya media, Ayah saya pun berkata demikian, beliau menyebutkan bahwa band ini punya potensi besar, dengan musik yang sedikit menyeremmpet ke arah Jimmy Page Cs. "Jarang ada anak muda yang mau bermusik seperti ini di indonesia, ada warna Deep Purple, Black Sabbath, tapi lebih mendekati LedZep, dan seakan-akan mengingatkan abah (panggilan saya ke ayah saya) ke zaman muda dulu. Band ini bakal jadi besar", ujar ayah saya sebagai penikmat musik rock era 70-80an, yang juga teman semasa remaja nya Deddy Stanzah ini.
Melalui Myspace, THE SIGIT menyebar "ancaman" ke berbagai lini, sampai akhirnya album inilah yang mengantarkan pertemanan mereka semenjak bangku SMA ke gerbang internasional. Tour ke benua kangguru pun terjadi, dan mendapat respon yang baik dari masyarakat sana. Mereka merupakan salah satu contoh dari band yang melek akan teknologi promosi di dunia maya.
Saya yang kala itu masih menjadi mahasiswa mulai mengikuti milis THE SIGIT di MySpace agar bisa mengakses secret gigs mereka, disana saya bisa bertemu dengan para "INSURGENT ARMY" (sebutan untuk penggemar THE SIGIT) yang ternyata sudah ratusan orang. THE SIGIT mulai malang melintang mengembangkan musik mereka menjadi lebih dewasa, sedikit meninggalkan riff riff old school, dan bereksperimen dengan unsur psikedelik dalam karyanya, “BOOOMMM” EP Hertz Dyslexia muncul ke permukaan, dan menjadi bukti dari kematangan bermusik mereka. Perubahan yang bisa dibilang signifikan ini membuat para pendengarnya kaget ketika menonton secara langsung. Respon positif bermunculan dari para 91 (panggilan lain Insurgent Army), meskipun THE SIGIT secara berani mengubah sedikit haluan, namun tak sampai keluar dari arus musik rock.
Comments (0)