A Page About : Tigapagi dan Nyanyian Persinggahan Mimpi

A Page About : Tigapagi dan Nyanyian Persinggahan Mimpi

"Tangan Hampa Kaki Telanjang" menjadi jembatan antara lamunan dengan misi mereka untuk menyadarkan betapa eksotisnya pentatonis dan solmisasi diatonis.

Tigapagi, sebuah kelompok musik dengan misi membawa nada eksotis pentatonis yang menyapa akrab solmisasi diatonis, pada padu padan lirik yang membawa kita pada renungan panjang, kala pagi ketika baru terbangun dari mimpi. Perkenalan saya dengan kelompok musik ini ada di antara persinggahan mimpi, dan carut marut suasana pagi yang sibuk, dengan keharusan bekerja seperti orang kebanyakan.

Lewat lagu mereka yang berjudul "Tangan Hampa Kaki Telanjang", lamunan saya terbawa ketika berada di atas motor yang saya pacu dengan kecepatan paling minimal. Berada di lajur kiri jalan, dengan banyak pemikiran kala mencerna lirik yang mereka nyanyikan. Ada semacam kegelisahan yang semoga tetap terpelihara bersamaan dengan akal sehat, tentunya. Jangan dibarengi serupa bipolar pada pikiran yang memudar, terpenjara dogma atau malah sebaliknya, karena orang memang harus berpikir untuk bisa selaras dengan rima.

Ada dalam persinggahan menuju ruang sebenar-benarnya ruang tanpa perdebatan, sehingga tentang alibi pembenaran diri sendiri terasa dangkal. Karena, apa yang bisa disangkal dari kematian? Jika saja tidak terlahir dengan pertanyaan akan kemana. Untuk satu kehidupan yang pasti berhadapan dengan kematian, maka apa hebatnya dunia? Sebuah persinggahan sementara, yang mungkin saya berharap lebih tentangnya. Tapi, namanya juga manusia. Kalau tidak terasing dalam paham sinis seorang yang logis, ya berarti konsekuensi hati yang teriris. Karena, konteksnya sendiri miris dengan ilusi yang teriritasi oleh gambar kenangan tentang senyum, yang sebenarnya mungkin saja itu palsu.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner