A Page About: Mengilustrasi Kisah Penyelamat Rock 'n Roll

A Page About: Mengilustrasi Kisah Penyelamat Rock 'n Roll

Berbagai upaya dilakukan oleh keduanya, mulai dari tepisan pukulan sampai tendangan yang berlangsung cukup sengit. Seperti pada aksi di film laga, jelas peran utama jadi pemenangnya. Rasa bangga yang dibaluti kelelahan sehabis bertarung atas kemenangannya menjadi semangat baru untuk meneruskan perjalanan. Di tengah perjalanan, haus melandanya. Ia menemukan sebuah teluk di antah berantah yang terlihat dari panoramanya. Sebagai pelampiasan dahaga, diminumlah seceruk air dari teluk. Alih-alih mengobati kekeringan batang tenggorokan, perlahan tubuh mulai terasa gatal dan dipenuhi lebam warna biru. Ternyata, air itu mengandung racun. Si manusia baja sekarat, tanpa ada penolong, dan akhirnya tergeletak tak berdaya.

Di tengah sakaratul maut, ia teringat misi utamanya sebagai penyelamat. Niat itu menyulut kembali api semangat hingga akhirnya ia melanjutkan perjalanan, meski harus tertatih-tatih. Ia kehausan dan kelaparan, sampai akhirnya seekor kelinci putih melintas di hadapannya. Si manusia itu kalap, ia memakan mahkluk bergigi tonggos itu dengan lahap sampai tetesan darah terakhir sebagai pelepas dahaganya.

Kuil mulai terlihat di belakang hutan belantara. Dengan energi yang mulai pulih, ia berlari untuk segera sampai di sana. Lagi-lagi, ada yang menghadang di tengah perjalanan, yaitu pasukan perang dari rawa. Satu persatu, pasukan ditumbangkan dengan sisa-sisa kekuatan. Tapi, apa daya jumlah mereka lebih banyak dari yang dibayangkan. Sekutu itu menghambat perjalanan dan berusaha menjatuhkan si manusia baja. Tak sanggup jika melawan mereka semua, melarikan diri adalah satu jalan yang sangat membantu. Manusia baja kabur, bersembunyi, sembari memikirkan rencana. Di tengah hutan belantara, berbagai perangkap dibuat sedemikian rupa, melalui kecerdasan dari akal sehatnya. Satu persatu pasukan biadab itu tumbang, bahkan sampai di akhir jumlahnya. Akhirnya, sampailah ia pada tempat tujuannya, dan menyelamatkan segala keruntuhan yang ada untuk keberlangsungan kaumnya.

Terasa egois memang jika mengilustrasikan secara subjektif mengenai lagu dari band yang image-nya sangat dekat dengan kolektif Limunas ini. Tapi, mau bagaimana lagi, hasrat untuk mengobrak-abrik kisah mereka menurut penilaian pribadi sangat besar. Lagu-lagu mereka, terutama "Manusia Baja" terlalu menggoda untuk tidak didefinisikan berdasarkan liarnya otak saya, yang dimotivasi dari lagu-lagu Komunal.

Akhir kata, "selamat menikmati! Heavy metal tetap berkibar!". (dikutip dari ucapan Doddy Hamson vokalis Komunal.)

BACA JUGA - A Page About : Tigapagi dan Nyanyian Persinggahan Mimpi

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner