A Page About: Menikmati Rasa Takut Lewat "Sakit Jiwa"
“Sakit Jiwa” adalah salah satu lagu dari album Dua Sisi yang dirilis Burgerkill di sekitar tahun 2000 dan kemudian dirilis ulang di tahun 2004. Untuk saya, lagu ini memilliki aura paling kelam dalam album pertama Burgerkill. Dengan lirik yang sangat depresif, permainan musik yang sangat gelap, dibumbui mantra-mantra aneh di akhir lagu, “Sakit Jiwa” selalu berhasil membuat saya celingak celinguk jika mendengarkan lagu ini di malam hari.
Bukan tentang hantu, bukan tentang makhluk tak kasat mata dan tak menapakkan kakinya di tanah, bukan tentang mereka yang tak lagi dapat disentuh dengan nalar, lagu ini lebih mengerikan daripada itu. Bagaimana tidak, seorang Scumbag berteriak dan mengumpat dirinya sendiri, mencanangkan dirinya sebagai orang yang sakit jiwa, terkurung dalam satu ruang yang tak memungkinkan ia untuk berlari, dan merasa terpuruk karena kekecewaan pada diri sendiri. Bahkan, saking sakitnya, ia menantang siksaan paling laknat untuk dicambukkan pada dirinya, karena ke-sakitjiwa-an yang ia derita.
Apa yang membuat semua itu tidak terdengar mengerikan? Dan untuk alasan itu, saya selalu membungkukan badan pada karya-karya tulis yang sangat jujur dari seorang Ivan Firmansyah. May your soul find a peace, wherever you are.
Memang, lirik-lirik yang dibuat Scumbag seringkali mengarah pada pemberontakan, amarah, kekecewaan, bahkan kematian. Tapi, entah mengapa jiwa pada lagu ini saya rasa paling mewakili semua sesal yang ingin diteriakkan manusia-manusia yang tengah dilanda masalah. Tak hanya lewat liriknya, kegelisahan, ketakutan, dan rasa depresi ini pun diwakili tepat lewat musiknya. Musik yang dimainkan Burgerkill ketika masih diperkuat oleh formasi Ivan “Scumbag”, Ebenz, Kimung, dan Toto. Seluruh album ini memang kelam, tapi “Sakit Jiwa” adalah yang paling tidak bercahaya.
Akhir kata, selamat menikmati “Sakit Jiwa” dan menikmati riuh ricuh hantu gentayangan yang hura-hura hari ini. Jangan lupa, besok Halloween sudah lalu. Yang bersenang-senang jangan lupa kembali, yang terlalu sibuk mengkritisi, jangan lupa belajar bahagia.
BACA JUGA - Friday 13th Versi Musisi Lokal Indonesia
Foto milik Burgerkill Official, diambil dari Official Facebook Fanpage Burgerkill
Comments (0)