A Page About: Menyimak Kembali Hal-Hal Absurd dari Zeke KhaselI

A Page About: Menyimak Kembali Hal-Hal Absurd dari Zeke KhaselI

Mungkin, menurut pemahamannya musik bukanlah agama yang harus ditaati dan ada peraturannya. Semua bebas saja berbuat sesukanya dalam membuat musik, yang dalam hal ini, Zeke Khaseli adalah absurd dan multitafsir. Seringkali lirik yang dibuatnya adalah puzzle dari kepingan kata untuk kemudian menjadi kalimat yang kaya akan makna di tiap lagunya. Kelebihannya adalah memancing pendengarnya untuk bisa mengintrepetasikan lirik lagu yang dibuatnya untuk dikembangkan menjadi banyak tafsir.

Dia bercerita seperti halnya dengan bermain rubik, ketika warna yang mewakili setiap kata yang disusun menjadi suatu keteraturan. Keteraturan dari sudut pandang Zeke yang tidak teratur. Keteraturan dalam sebuah rubik yang akan segera selesai dimainkan dan disusun dalam barisan warna dan bentuk yang tertata rapi di tiap sisinya. Perang cambuk logika ada di antaranya, menjadikannya sesuatu yang “kompleks”, mengutak atik persepsi, mengikuti atau membantah nalar.

Lalu, apakah lirik yang dibuatnya akan berakhir dengan susunan kata dalam bentuk yang seharusnya? Seharusnya seperti apa? Bukankah setiap orang punya cerita dan cara yang berbeda dalam berkata? Maka bebas saja, menjadi pemilik semua barisan derap langkah setiap nalar yang keluar, menguasai persepsi, akan kemana membawa ini, dan seperti apa lagunya dimainkan. Tugas Zeke hanya bercerita. Tentang kelanjutan ceritanya seperti apa atau akan dimaknai seperti apa, Zeke tidak ambil bagian dari itu, dan terserah pendengarnya saja akan memaknainya seperti apa.

BACA JUGA - Solmisasi Perjalanan Musik Iman Fattah

Foto diambil dari official Facebook Zeke Khaseli

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner