A Page About: Refleksi Ayat Suci dalam Lagu Konspirasi
Romantisme yang diumbar banyaknya band-band arus utama, tentang memoar manis bersama mantan pasangannya, dimentahkan oleh lagu berjudul "Melawan Rotasi" dari band Konspirasi.
Sebuah super grup bentukan Che Cupumanik, Edwin Coklat, Romy Sophiaan, dan Marcel Siahaan bernama Konspirasi, melahirkan sebuah lagu berjudul “Melawan Rotasi”. Menariknya, lirik dalam lagu ini adalah hasil dari kajian salah satu surat yang ada di Al-Qur'an (kitab suci umat Muslim), yaitu Surat Yasin ayat 36-40. Tanpa bermaksud menggurui, atau menghakimi dari kacamata agama, isi dalam lirik ini agaknya sayang untuk tidak dibahas, karena kajian ini menarik untuk bisa disampaikan. Lirik pada lagu “Melawan Rotasi” yang berbunyi “saat waktunya telah tiba akan kau temukan cahaya, semua yang berpasangan ditetapkan”, adalah deretan kalimat yang menampar siapapun yang merasa naas karena terlalu lama menyandang gelar jomblo (tidak berpasangan).
Lirik tersebut pada akhirnya mengacu pada sebuah ketentuan jika semua yang diciptakan sudah ditetapkan untuk berpasang-pasangan. Seperti matahari dengan cahayanya, dan bulan dengan kesunyiannya. Akan menjadi bertolak belakang jika memaksakan pada sesuatu yang bukan pasangnnya, seperti halnya siang dengan malam, atau matahari dengan bulan. Adalah tidak mungkin matahari menyusul bulan, dan tiada malam mendahului siang. Maka dari itu, Che sang vokalis dari Konspirasi ini berujar pada lagunya seperti ini “dia terus saja mencoba, tak terasa hingga terluka memaksa semua yang bukan miliknya”. Sederhananya, putus karena bukan jodoh saja. Jadi sekeras apapun memaksa, yang didapat hanya kecewa, karena memang bukan pasangannya. Intinya adalah lagu ini kontradiksi dari semua lagu yang dibawakan band-band arus utama, dengan banyaknya tema ingin kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasih.
Comments (0)