Ada Arogan Diantara Punk dan Hardcore
by: Bobby Agung Prasetyo

Lantas, apa ingin digambarkan lewat tatanan huruf A-R-O-G-A-N? Ya, cita rasa rock yang menjanjikan. Atas nama punk yang kental serta hempasan ala hardcore nan hakiki, Arogan terbentuk pada tahun 2007 dari sebuah pertemanan di satu sekolah. Kisah diawali oleh keinginan sekumpulan anak SMA untuk membuat sesuatu yang berbeda dari lainnya, mengingat mayoritas saat itu adalah genre metal tapi mereka malah sedang cinta-cintanya dengan Jeruji. Selain menggilai Themfuck cs, Arogan terinspirasi grup musik lainnya macam Hatebreed, Walls of Jericho, Tcukimay, Turtle Jr, dan Burgerkill yang masih bernuansa hardcore oldschool.
Ditanya soal materi, Arogan yang saat ini beranggotakan vokalis Ryan Alpha “Kubon”, gitaris Wahyu Guntara “Doyox”, bassis Randy “Ntenk” Aprialdi, dan drummer Aditia Pratama “Mas Bent”, memiliki empat lagu plus satu intro yang semuanya sedang dalam masa penggarapan untuk EP teranyarnya. Rinciannya ada dua lagu lama bertitel “Sekarat dan Pengangguran Durjana” yang tengah didaur ulang, “Never Trust Government
yang sudah bisa didengarkan di akun soundcloud mereka, sisanya “Broken Home” dan “intro” yang sedang dalam tahap penggodokan.
Sempat pasif selama beberapa tahun kebelakang, hal tersebut tentu terjadi atas beberapa alasan tertentu; dan pekerjaan diluar bermusik, rencana menikah, serta menjalani bahtera rumah tangga, adalah beberapa faktor sempat meredupnya Arogan. Satu atau dua kendala pun, meski ini hal yang biasa, namun terjadi pada diri mereka semisal saling menyesuaikan waktu senggang untuk berkumpul, rehearsal, hingga menyelesaikan materi untuk EP yang sedang mereka garap.
Penuturan soal target pencapaian yang diwakili oleh Ntenk sang pencabik bass pun terlontarkan, yakni ingin segera menyelesaikan paket rilisan tersebut, mengadakan konferensi pers, kemudian menggelar pesta launchingnya. Tak lupa, sebagai punk rocker sahih, pria yang juga menggeluti profesi jurnalis bidang olahraga sepak bola ini berharap demi kelancaran di masa depan, agar birokrasi perizinan acara musik punk di setiap kota lebih dipermudah lagi. Sebelum paket berbahaya dari Arogan mulai menebarkan ancamannya, sila pantau perkembangan kuartet punk-hardcore ini di kanal media sosial mereka.
foto: Arogan’s docs.
Comments (0)