Addy Gembel: "Saya dan Personil Ingin Membawa Energi Negatif di Band Ini"
Kenapa Forgotten merasa perlu menyuarakan kegelisahan, ketakutan, dan kemarahan tersebut?
"Dari ke enam album yang telah dirilis Forgotten, rata-rata semuanya menyuarakan tentang itu, dan kita konsisten akan hal itu, walaupun dari sudut pandang yang berbeda, dan dari dulu kita di Forgotten sepakat bahwa band ini jadi sebuah saluran energi negatif kita. Ketika kita punya kekesalan, kemarahan, frustasi, nah menyalurkannya itu di band ini. Saya ingin membawa energi negatif saya, maupun personil lainnya untuk disatukan di band ini. akhirnya output yang keluar ya seperti itu. Secara musik maupun lirik."
Pendapat Addy Gembel sendiri tentang band-band yang menyuarakan tema, yang bisa dibilang kebalikan dari apa yang Forgotten suarakan itu sendiri seperti apa?
"Itu sih respon personal masing-masing ya. Silakan saja. Sedangkan saya mengambil sudut pandang yang lain dari itu, dari cara saya melihat sebuah persoalan. Mungkin mereka menganggap hidup baik-baik saja tanpa persoalan. Balik lagi, latar belakang kita di band secara personal kita, yang memang lahir, dibesarkan, dan hidup disituasi yang tidak baik-baik saja. Dari mulai awal karir, membangun karir, sampai akhirnya bisa dibilang punya karir, itu sulit. Maksudnya kita selalu dihadapkan pada situasi-situasi sulit. Ya itu yang akhirnya kita coba respon di lagu-lagu kita."
Pencapaian album Kaliyuga dibanding album-album Forgotten sebelumnya seperti apa?
"Dari penjualan album sih cukup signifikan dibanding album-album Forgotten sebelumnya, dengan jarak dua minggu bisa sold out 1000pcs sih itu merupakan pencapaian untuk Forgotten. Ga nyangka aja masih ada orang yang nunggu, dan berharap kita rilis album. Kemudian dari sisi produksi juga saya cukup puas, karena dari sisi atwork nya ok, kemudian dari sisi penggarapan komposisi musiknya juga ok, walaupun secara lirik saya ngerasa kurang maksimal. Masih ada rasa penasaran, ini harusnya gini, harusnya gitu. Tapi kepenasaran itu yang akhirnya dijadikan tabungan untuk balas dendam di album berikutnya. Bisa dibilang terkesan buru-buru sih. Karena saya baru datang tiga bulan di Bandung, tidak masuk proses studio untuk latihan terlebih dulu, tiba-tiba ok kita rekaman. Saya belum sempat adaptasi dulu dengan teknik vokalnya, ngambil nafasnya dimana, motong lagunya dimana, kata perkatanya bagusnya seperti apa, fill in nya seperti apa, lalu nanti reffrainnya seperti apa, langsung saja nembak di studio. Walaupun memang lebih natural, seperti sistem jamming."
Comments (0)