Aeolian Wind Harp, Berbunyi Dengan Angin
By : D. Bramtyo
Sebuah kecapi yang dimainkan dengan bantuan angin. Cukup unik memang alat musik yang satu ini. Aeolian diambil dari salah satu dewa yunani kuno Aeolus, seorang dewa angin.
Harpa Aeolian termasuk ke dalam kategori alat musik tradisional, yang dibentuk dari sebuah kotak kayu dengan string yang membentang. Posisinya seperti jendela yang agak terbuka, di mana angina akan bertiup dan otomatis meniup string yang akhirnya mengahsilkan suara. Keunikan dari Aeolian, alat musik ini adalah satu – satunya alat musik yang bisa bermain sendiri karena pengaruh angin. Sebuah alat musik gesek yang memainkan frekuensi harmonic.
Pada jama kuno, Aeolian sudah sangat dikenal. Jasa seseorang bernama Athanasius Kircher (1602 – 1680) melalui bukunya Phonurgia Nova yang terbit tahun 1673 membantu mempopulerkan alat musik Aeolian, dan tempat yang paling tepat memainkannya ada di puncak bukit yang cerah namun berangin.
Bagaimana dengan kualitas suara dari harpa Aeolian?
Jika dibandingkan dengan harpa biasa, Aeolian menggantungkan diri ke beberapa faktor. Panjang harpa, ukuran, jenis string, karakter dari angin etc. Penambahan instrument logam dapat membantu menghasilkan nada – nada musikyang berbeda, jika dibandingkan dengan yang hanya berbahan dasar kayu.
Paduan frekuensi nada harmonik antara crescencdos dan decrescendos yang dimainkan oleh irama angina, memiliki sensasi suara yang berbeda. Halus, Eksotis sekaligus mistis dan alami adalah kata yang tepat menggambarkan Aeolian harp.
Sumber : Wikipedia
Foto Istimewa
Comments (0)