AKA, SHAKE ME! Part. 2

AKA, SHAKE ME! Part. 2

Setelah sebelumnya membahas tentang AKA yang bersambung di sini, sekarang kita lanjutkan pembahasannya. AKA dikenal sebagai grup musik eksentrik di masanya, dimana AKA dengan sang frontman Ucok Harahap seringkali tampil dengan memadukan unsur teatrikal yang sedikit (banyak) ‘nyeleneh’ dalam musik Rock. Hal tersebut terekam dalam salah satu acara musik festival yang diadakan di Arena Terbuka Taman Ismail Marzuki, Jakarta 9-10 November 1973. Tampil membawakan single-hit mereka “Crazy Joe”, tiba-tiba Ucok meloncat naik ke tembok dan melompat lagi ke genteng, dan seketika muncul tiba-tiba di panggung utama sambil membiarkan dirinya dicambuk oleh seseorang yang berpenampilan seperti algojo.

 Tidak hanya itu saja, Ucok seperti dengan sengaja mempertontonkan hal-hal yang masih dianggap tabu. Adegan kaki diikat lalu digantung, menyanyi dengan posisi terbalik, ditambah adegan tusuk pedang dan yang terakhir ini dimasukan ke dalam peti mati walaupun setelahnya Ucok terlihat kejang- kejang seperti mau kesurupun. Dengan sigap Remy Silado penemu puisi Mbeling yang kerap memberi tulisan kritik sosial atau cerita pendek di majalah Aktuil, mengambil seember air dan menyiramkannya ke tubuh Ucok, tidak jadilah Ucok kesurupan.

                Tidak semua penonton festival atau acara musik dapat menerima begitu saja seraya mengapresiasi aksi-aksi teatrikal dari AKA. Banyak sekali penonton saat itu masih memegang paham-paham yang konservatif atau kurang bisa menerima hal yang tabu. AKA ketiban sial saat konser mereka di Tasikmalaya dimana penonton menyoraki mereka, dan yang lebih parahnya lagi saat konser  yang diadakan di Daerah Istimewa Jogjakarta,1974 berlangsung. Aksi panggung mereka tidak menuai pujian malah pelemparan  balok kayu dan potongan besi, sampai-sampai formasi AKA yang saat itu menjadi empat orang, yaitu  Ucok Harahap, Arthur Kaunang, Soenatha Tandjung dan Syech Abidin. Ucok dan Arthur terkena lemparan kursi, sedangkan Kening Soenatha robek akibat pelemparan oleh penonton yang mengamuk. Mereka bertiga dilarikan ke rumah sakit Panti Rapi, Jogakarta. Untungnya Giant Step dari Bandung yang dimotori oleh Benny Soebardja mampu mengendalikan amarah penonton dan kerusuhan yang berkelanjutan tidak sampai terjadi.

                AKA tidak hanya terkenal dengan aksi teatrikal dan nyeleneh saat di panggung, tetapi mereka termasuk grup musik yang memberikan warna baru campuran aliran Rock, Funk, Blues menjadi HardBeat Fusion yang kental dan padat. Apabila kalian pernah mendengar Single “Shake Me !” yang liris Tahun 1975. Dikarenakan lagu tersebut mempunyai lirik yang tabu, AKA pun dicekal. Pencekalan pun tidak berlangsung lama, karna (mungkin) pemerintah pun dibuat terpesona dengan Rhytem Bass Line yang Funky Ala James Brown dan Soul musik yang sedang Hit saat itu.

                Ketenaran dan publisitas serta kontroversi yang terus menerus menerpa personil AKA, terutama Ucok Harahap membuat kehidupan Ucok menjadi lebih Glamour. Hal inilah yang mulai membuat personil AKA yang lain merasa ada yang salah dengan frontman mereka. Sampai pada klimaksnya pada 7 Agustus 1975, Ucok meresmikan grup musik barunya Ucok and His Gangs disingkat Uhisga. Band ini lebih menitikberatkan kepada seni pertunjukan Musik, Model dan Tari. Hal tersebut membuat Ucok semakin sibuk dan mulai menarik diri menomor-duakan AKA yang membesarkan namanya. Arthur Kaunang, Soenatha Tandjung dan Syech Abidin pun memecat Ucok dari AKA, lalu membuat formasi Supergroup SAS pada akhir bulan Desember 1975.

Band Biografi :

UCOK HARAHAP – KEYBOARDIST / VOCAL (Duduk)

SOENATHA TANDJUNG – LEAD GUITAR / VOCAL (Topi Hitam)

ARTHUR KAUNANG – BASS / KEYBOARD (Tengah Berdiri)

SYECH ABIDIN – DRUM (Kaos Merah)

 

Past Member :

PETER WASS – BASS

HARRIS SORMIN - RYTHEM GUITAR

LEXI RUMAGIT – BASS

 

ALBUM DISCOGRAPHY :

  •  Do What You Like (1970)
  • Reflections (1971)
  • Crazy Joe (1972)
  • Sky Rider (1973)
  • Cruel Side Of Suez War (1974)
  • Mr. Bulldog (1975)
  • Pucuk Kumati (1977)
  • AKA In Rock (1979)
  • The Best Of AKA (1979)
  • AKA 20 Golden Hits (1979)
  • Puber Kedua (1979)
View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner