Akselerasi Maksimum Band-Band Pinggiran Bandung
Selesai ngobrol santai dengan Bebi, acara berlanjut dengan penampilan dari Breast Holder. Sebuah band dengan tampilan visual yang mustahil tidak menarik perhatian dengan semua atribut yang dipakainya. Sepintas mengingatkan dengan band Dajjal, kala band ini pernah hilir mudik memberikan ‘teror’ dari panggung ke panggung. Breast Holder yang sebelumnya memainkan musik grunge sebagai identitas karyanya, kemudian membuat branding baru, lewat musik dan tampilan visualnya, hingga kata ‘teror’ benar-benar diterjemahkan dengan gamblang oleh band ini.

Setelahnya acara diteruskan dengan penampilan Districk 69 dan Balvant, yang lagi-lagi tampil ‘ngebut’ dengan akselerasi maksimum dan injakan pedal gas yang dalam, meski malam semakin larut, dan sorotan lampu panggung bersahutan memberikan sajian visual menarik mengikuti ritmis yang mereka mainkan. Satu hal yang kemudian melahirkan asumsi jika musik bisa begitu kuat secara substansial menembus segala batasan. Malam itu, Bandung Selatan menorehkan catatan tersendiri tentang potensi musisinya yang layak diangkat ke permukaan.

Comments (0)