Album Kompilasi Yang “Berbahaya”

Album Kompilasi Yang “Berbahaya”

Sebelum adanya era teknologi yang serba muktakhir, sehingga memudahkan musisi untuk mempromosikan segala bentuk karyanya. Pada era 90-an, para pelantun musik itu membutuhkan kerja keras yang ekstra, apalagi bagi band indie, yang segalanya prosesnya merupakan hasil keringat sendiri untuk menghasilkan karyanya dalam bentuk fisik. Kalau kita telusuri, band senior saat ini, pada era itu banyak yang mengakali atau mengenalkan bandnya ke dalam bentuk kompilasi dengan band lainnya.

Siapa yang tak kenal akan kompilasi Metalik Klinik? Sebuah kompilasi yang sungguh membahana pada zamannya. Sebuah prahara, bila para punggawa indie band tak ikut serta meramaikan kompilasi terebut. Album kompilasi band underground musik cadas  Indonesia yang isinya terdapat berbagai aliran, mulai dari death metal, trash metal, grindcore, hardcore, black metal, dan gothic. 

Album kompilasi ini bermulai dari Metalik Klinik 1 (1997) dan sayang harus berhenti di Metalik Klinik 9 (2006). Kompilasi terebut diproduseri oleh RotorCorp dan Musica Studios, namun pada Metalik Klinik 7 diproduseri oleh Musica Studios, Hemaswara, dan RotorCorp, yang pada akhirnya di kompilasi ke 8 dan 9 digenggam oleh Hemaswara dan RotorCorp.

Album seri kompilasi ini masih berada dalam jalur indie label, namun dikarenakan Metalik Klinik berkerjasama dengan distributor besar, maka penyebarannya pun diedarkan secara luas. Tak ayal, banyak band indie dikenal berkat jasa Metalik Klinik.

Band-band seperti Betrayer, Tengkorak, Death Vomit, Purgatory, Jasad, Hell Gods, Trauma, Panic Disorder, Siksa Kubur, Innerbeauty, Dreamer, Jihad, dan Sucker Head, tercatat pernah mengukir sejarah dari puluhan band underground lainnya  yang tergabung dalam kompilasi band indie yang cukup mendapat perhatian massa. Sebuah kompilasi bertaraf nasional karena banyak band indie yang berkualitas serta bermutu tinggi.

Sumber foto : Istimewa 

 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner