Album Lama Dengan Kemasan Baru di Sepanjang 2017
Sebagai bentuk apresiasi dari para pelakunya, album-album lawas yang merupakan jejak dari keberhasilan yang diraih sekarang oleh musisinya telah ditelurkan kembali. Tak tanggung-tanggung album lawas tersebut dirilis dalam format piringan hitam.
Keingingan para fans atau kolektor musik khususnya yang mengumpulkan rekaman fisik, saat ini masih ada. Diantara mereka ada yang merupakan penggemar utama dari satu grup musik dan juga ada yang hanya berperan sebagai pelaku, tapi keduanya memiliki satu benang merah sama : kolektor rilisan fisik. Memang, tak semua orang yang mendengar musik harus mengoleksi rilsan fisik, tapi yang akan dibahas disini hanya seputar kolektor itu saja.
Tak bosan-bosannya mengingat apa yang telah terjadi di sepanjang 2017 dari para pelaku musik, ternyata cukup menjadi sebuah kebanggan bagi para penggemarnya. Seperti salah satunya re-issue atau yang bermakna sebuah kelahiran kembali dari apa yang telah dilahirkan sebelumnya dari pelaku musik. Perihal ini, biasanya dikontekskan pada rekaman album fisik yang dirilis ulang. Beberapa penggiat musik, sepanjang tahun ini, tercatat telah ada yang melakukan hal itu. Landasannya pun beragam, mulai dari momentum akan album tersebut atau juga bentuk eksplorasi dari rilisan fisik sebelumnya. Dan beberapa diantaranya pun ada yang melakukan kerjasama dengan pihak label lain dalam perilisannya. Serta memilih format fisik yang cukup juara di dunia musik, bukan CD atau kaset pita, melainkan CD.
Berikut beberapa album lawas yang telah dirilis ulang oleh penggiat musik Indonesia, yang tak sedikit diantaranya melakukan kerjasama denga pihak label lain. Dan artikel ini merupakan bagian kedua dari sebelumnya yang membahas tentang eksplorasi piringan hitam.
BACA JUGA - Mencoba Eskplorasi Lewat Rilisan Piringan Hitam
Comments (0)