Album Review: Lose It All - 'Contentious'
Menyimak album dari salah satu 30 besar Wacken Metal Battle Indonesia 2017, Lose It All.
Ini adalah album ke-dua dari band hardcore asal kota Bandung. Semua konsep, musikalitas, dan tema liriknya dirangkum menjadi sebuah judul album Contentious. Ada banyak hal baru di album terbaru mereka, jika memang harus dibandingkan dengan album terdahulunya. Band yang terbentuk sejak tahun 2008 ini masih tetap setia mengusung genre hardcore, lengkap dengan berbagai elemen tambahan yang semakin memperkuat karakter karya mereka.
Album pertama mereka yang berjudul New Beginning dirilis pada tahun 2014 oleh Juggernaut Records. Butuh waktu tiga tahun hingga akhirnya mereka berhasil mengeluarkan album terbarunya di bawah bendera Grimloc Records di tahun 2017. Tiga tahun penantian untuk sebuah kualitas karya dan produksi audio rasanya sepadan dengan hasil akhir yang diperoleh.
Album terbaru dari Lose It All hadir dengan penuh kematangan. Dibuka oleh sebuah track intro yang seolah menjadi lagu pengiring tarian menuju peperangan, lalu pedal gas diinjak menuju track kedua, "Fanatisme Ortodok" yang menghantam telak isu radikalisme atas nama keyakinan. Ibarat badan yang masih terhuyung lantas disikat sebuah upper cut telak menghajar rahang. Sound gitar dengan distorsi rapat dan kasar tipikal khas ampli jenis high gain menyatu erat dengan ketukan drum yang dinamis dan agresif, ala modern hardcore yang tumbuh besar di era tahun 2000an.
Comments (0)