Album Review: Membingkai Hal Traumatis dengan Irama Puitis

Album Review: Membingkai Hal Traumatis dengan Irama Puitis

Di lagu selanjutnya yang berjudul “Bioskop, Pisau Lipat”, MELBI dengan terang benderang berkisah tentang layar lebar ruang imajiner masa kecil mereka. Lewat lirik kursi bioskop yang penuh kutu, naik ke dalam saku, lalu menyelinap ke buku-buku. Buku disini perlu diberi tanda kutip sebagai penggambaran dari tulisan sejarah palsu yang dijadikan naskah film layar lebar dalam ruang imajiner masa kecil MELBI yang menyerupai “hantu”. Lalu, ada juga metafora bendera merah putih sebagai seragam adalah bentuk doktrin nasionalisme berupa atribut nir makna. Doktrin ini makin diperjelas dengan penambahan lirik digiring ke bioskop jam sembilan menyaksikan darah merah yang terpancar ke layar lebar.

Lagu ke delapan di album ini yang berjudul “Trauma, Irama”. Lagu ini memiliki padanan kata yang mewakili album, bahkan ketika kita belum mendengarkan lagunya sekalipun. Cerita-cerita traumatis yang melekat ditiap-tiap pikiran Ugo (vokal), Yossy Herman Susilo (gitar), Richardus Arditya (bass), Nadya Hatta (keyboard), Yennu Ariendra (gitar / synth) dan Wisnu Nugraha asal Denmark (drum), yang tumbuh dipelihara oleh rezim, mengubahnya menjadi pengalaman hidup, pengamatan yang teringat, dan diaplikasikan lewat irama lagu.

Sampai akhirnya, album ini ditutup oleh “Lagu untuk Resepsi Pernikahan”, yang seperti sebuah lagu penolakan manis akan program rezim tersebut. MELBI seolah bilang jika berbahagialah dengan cinta yang lahir lembut dari lidah puisi. Sehingga, kering dan kemarau adalah goresan masa lalu yang harus dikubur. Rezim itu telah berakhir, meskipun kemungkinannya bisa saja kembali. Tapi, sekarang di hari pernikahan kita, kita tumpahkan segala hasrat kita sampai suatu hari kita menemukan diri kita dalam bentuk mini yang kita panggil “nak”. Berapapun, tidak harus dua. Rezim itu telah usai, dan program itu telah usang, sayang.

BACA JUGA - Album Review: Kemarahan akan Sebuah Potret Negara Besar yang Sakit Jiwa

Sumber Foto: Diambil dari cover album Melancolic Bitch

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner