Album Review: Nostalgia Rasa Baru Lagu Rocket Rockers

Album Review: Nostalgia Rasa Baru Lagu Rocket Rockers

Selanjutnya, ada Parahyena yang menjadi “penyelamat” aransemen musik berikutnya di album ini. Mereka membawakan lagu “Bersama Taklukan Dunia”, dengan memulainya lewat tabuhan cajon dan sedikit sentuhan nada pentatonis manis dalam permainan biola dan seruling yang saling bersahutan. Seperti judul lagunya, Parahyena berhasil “menaklukan” lagu Rocket Rockers lewat gubahan aransemen yang mereka buat. Sederhana, namun manis dan berkesan.

Selain dua track bernafaskan warna musik yang berbeda dari Rocket Rockers di atas, beberapa komposisi musik hasil olahan bunyi synth dan distorsi gitar yang kencang cukup mendominasi album ini. Pilihan musik seperti ini mungkin didasari oleh gambaran musik “kekinian” itu disajikan, yang memang disenangi oleh cukup banyak orang. Atau kalaupun lepas dari itu, bunyi synth dan raungan distrosi kencang dalam album ini bisa dibilang serupa terapi energi, yang sejalan dengan niatan awal Rocker Rockers kala mereka membuat album ini, yaitu untuk mengembalikan spirit remaja mereka seperti ketika awal mula membentuk band ini tahun 1999. Sekali lagi, tidak jelek, namun tidak meninggalkan kesan yang dalam untuk disimpan dalam ingatan.

Track ke-15 dalam album ini diisi oleh kolektif hip-hop Kungpow Chicken yang membawakan lagu "Tragedi Tragis 1989". Kungpow Chicken membuka lagu ini dengan prolog singkat yang mengundang senyum, menceritakan latar belakang proses penciptaan lagu ini, dan cerita yang mengilhami kenapa lagu ini akhirnya bisa tercipta. Namun sayangnya, flow mereka kurang begitu bisa dinikmati kala mengeksekusi lagunya. Terasa sedikit gagap, namun cukup bisa memberi warna berbeda dalam lagunya. Nice try.

BACA JUGA - Persembahan Sang Remaja Punk di Usia 18 Tahun

Fiersa Besari hadir setelahnya, membawakan lagu “Hari Untukmu”. Masih hadir dengan kekhasannya yang sayangnya datar dan selayang dengar saja, tanpa ada keinginan untuk mengulang lagunya lagi. Tidak menimbulkan adiksi seperti halnya para pengikut dia yang ketagihan kata mutiara yang ditulisnya dalam Twitter.

Sampai akhirnya, album ini ditutup oleh Rocket Rockers as the band himself. Membawakan lagu dari Maliq & D'Essentials berjudul "Pilihanku". Vokal Azka dan aransemen khas Rocket Rockers berhasil menaklukan musik ala Maliq & D'Essentials menjadi "milik" Rocket Rockers. Dari sejak intro lagu ini dimulai terasa sekali nuansa pop punk yang bergulir bersama pilihan progresi chord dan riff gitar catchy, yang bertebaran di hampir tiap sudut bagan lagu ini. Sedikit kejutan, sebelum coda lagu ini dengan pemindahan tangga nada dan aransemen vokal latar yang nempel di kepala. Mereka melakukan tugasnya dengan baik, dan berhasil menjadi “tuan rumah” dalam album ini, yang secara musikalitas dapat dipertanggungjawabkan di usianya yang ke-18 tahun ini.

Viva La Rocket Rockers!

Foto diambil dari rilisan pers Rocket Rockers.

View Comments (1)

Comments (1)

  • danixsofyan
    danixsofyan
    10 Nov 2017
    mantap gan
You must be logged in to comment.
Load More

spinner