Album Review: Pendewasaan Naif dalam 7 Bidadari
Album ini dicanangkan sebagai obat rindu untuk para KawanNaif yang ingin kembali ke era awal munculnya mereka.
★ 2,5/5
Berita hangat kembali datang dari Jakarta. Berita itu datang dari band Naif yang baru saja merilis album barunya. Album ini dirilis bersamaan dengan ulang tahunnya yang ke-22. Album ini dinamai 7 Bidadari, dirilis oleh Demajors dan berisi sepuluh buah lagu. Lewat album ini, Naif berusaha menampakkan kembali warna musik Naif di era awal kebangkitannya. Sebelum album ini dirilis, mereka memberi bocoran melalui single yang dinamai sama dengan albumnya, "7 Bidadari".
Warna musik pop yang dikemas dengan elemen musik retro dan swing menjadi magnet tersendiri. Album ini menghantarkan kita untuk mengingat kembali tiga album pertama mereka, yaitu Naif (1998/Bulletin Records), Jangan Terlalu Naif (2000/Bulletin Records), dan Titik Cerah (2003/Bulletin Records). Grup jebolan Institut Kesenian Jakarta ini mulai dilirik oleh khalayak luas kala itu, sampai suatu fenomena ditemui oleh mereka. Saat album Planet Cinta (2011/Electrified & Catz Records) dirilis, Naif menyajikan warna musik yang berbeda, lebih gelap dan jauh dari Naif sebelumnya. Dengan munculnya 7 Bidadari, Naif ingin mengembalikan citra mereka.
Dimulai dari lagu pertama, "Alangkah Indahnya Indonesia". Dari judulnya saja, sudah jelas Naif sedang mengangkat tema yang mengagungkan negeri ini. Meski telah banyak musisi lokal yang mengangkat tema serupa, tapi Naif mampu menyajikannya dengan menarik, berbeda, dan ringan untuk diterima semua telinga. Lagu ini seperti berbanding lurus dengan sampul album yang rumit dan kental dengan aksen tradisional. Seolah-olah, dari sampul album yang kita lihat dan lalu mendengarkan lagu ini, kita disuguhkan lansekap kekayaan Indonesia.
Comments (0)