Album Review: Terbang Melintasi Ruang dan Waktu

Album Review: Terbang Melintasi Ruang dan Waktu

Setelah dibawa masuk ke dalam dunia fantasi, si Penelisik diarahkan untuk mengikuti kata hati dan menyusuri satu lorong yang dingin, gelap, dan sunyi secara perlahan. Danilla diiringi suara tebal Rd Moch Sigit Agung Pramudita (Tigapagi) dalam lagu "Entah Ingin Ke Mana". Di sepanjang lagunya, Penelisik akan merasakan suasana hampa tak berujung, sampai akhirnya lelah dan tertidur pulas dalam alam bawah sadarnya. Ketika mengarungi dunia mimpi, "Kalapuna" menjadi latar suaranya. Kehampaan itu semakin menjadi, semakin parah, dan semakin kentara. Ada hipnotis dari tarikan bass yang mendengung, bercampur dengan halusinasi dari perpindahan tempo musik yang naik dan turun.

Tapi, siapa yang ingin terus di dalam ruang itu? Melihat sekitar, ada satu ruang khusus yang digambarkan lewat lagu "Meramu". Meski kehampaan masih terasa, tapi ada dunia lain yang ditemukan. Ada yang berubah, terutama ketika seluruh instrumen berpadu di dalamnya. Suasana itu masih lanjut ketika "Ikatan Waktu Lampau" dimulai. Kapan ini akan berakhir? Sepertinya, tidak akan. Nuansa ini akan tetap sama, hanya ada percikan-percikan warna dalam setiap lagunya. Terutama dalam "Aaa", banyak hal unik yang mampu membawa Penelisik merambah ke dunia yang lain. Rasakan saja atmosfernya.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner