Alunan Nada Musik Pop indonesia
by: Bobby Agung Prasetyo
Sekitar tahun 1976, Koes Plus mulai redup dikarenakan generasi yang berganti dan selera musik masyarakat yang terus berkembang. Sekitar 1978, Koes Plus benar-benar lesu. Kelesuannya digantikan oleh penyanyi solo ataupun grup yang terus menerus berganti dari tahun ke tahun. Sekitar tahun 1970 sampai 1980-an musik pop Indonesia dihiasi oleh kelompok musik, tak terkecuali juga genre lain.
Inilah gambaran bahwa musik pop akan sangat terkenal dalam kurun waktu tertentu. Setelah menghilangnya Koes Plus sebagai pelopor musik pop di Indonesia, maka muncul lagi generasi musik pop berikutnya.
Sejarah musik pop Indonesia kemudian masuk di tahun 80-an. Disini, muncul beberapa musisi pop Indonesia yang lebih didominasi dengan penyanyi solo. Dan di tahun ini juga lagu-lagu mendayu dengan lirik cinta yang sendu sangat populer dan mendominasi musik Indonesia. Sejarah musik pop Indonesia di tahun 80-an juga memunculkan grup bernama Bimbo.
Bimbo memiliki musik pop yang khas, yaitu ‘pop rohani’atau sekarang dikenal luas dengan istilah music ‘pop religi’. Bimbo memang tidak perlu produktif dalam menciptakan lagu-lagu, namun tidak ikut serta untuk menurunkan kepopuleran mereka, Bimbo juga bisa dikatakan sebagai legenda musik pop, karena lagu pop rohani milik bimbo sampai saat ini pun masih dapat kita dengarkan terutama saat memasuki bulan Ramadhan. Lagu-lagu Bimbo, sampai saat ini sering pula digubah oleh musisi lain, salah satunya Gigi.
Pada masa itu, ada juga nama seperti Fariz RM yang di sepanjang kariernya telah mengeluarkan 20 album solo, 72 album kolaborasi dan juga 18 album soundtrack. Lagu-lagunya yang cukup populer seperti “Sakura” dan “Barcelona”.

*diolah dari berbagai sumber
foto: istimewa
Comments (0)