Antara Musisi dan Karya Ilustrasi Kepunyaan Indonesia Saat Ini
Dua talenta dalam berkesenian di boyong sekaligus oleh ke-empat pria ini.
Mungkin sudah bukan hal yang tabu jika mengulas hubungan anatara musik dan karya ilustrasi. Secara harfiah, dua jenis karya seni itu mempunyai satu benang merah yang sama. Dimana satu sama lain menafsirkan apa yang dirasakan oleh sang pembuatnya. Hanya saja, pada pengemasan dan tekniknya saja yang berbeda. Namun, bagaimana jadinya jika satu sosok mempunyai dua keahlian itu dan saling menopang antara satu karya seni dengan lainnya, bahkan untuk kebutuhan karya seni orang lain sekalipun.
Fenomena yang serupa sempat terjadi beberapa dekade lalu, khususnya yang dialami oleh mantan personil Black Flag, Raymond Pettibon. Pria berkebangsaan Amerika Serikat ini telah banyak berkontribusi untuk kebutuhan ilustrasi beberapa grup musik di era 80’an, termasuk untuk grup musiknya sendiri berupa logo empat garis yang sampai saat ini menjadi ikonik dimana-mana. Namun, tak hanya dari luar negeri saja. Khususnya di Indonesia pada tahun 90’an sampai sekarang, beberapa musisi independen pun kerap membuat ilustrasi untuk kebutuhan grup musiknya sekaligus kebutuhan grup musik lainnya. Secara tidak langsung, pelaku musisi-seniman/ilustrator ini memboyong dua talenta berkesenian sekaligus dan tak sedikit memfokuskannya sebagai mata pencaharian.
Comments (0)