Ballerina Pandai Besi

Ballerina Pandai Besi

By : Kontributor

Nama Efek Rumah Kaca berevolusi menjadi Pandai Besi sejak 2012 silam.  Dengan memutuskan mendaur ulang sembilan lagu milik Efek Rumah Kaca : “Hujan Jangan Marah”, “Menjadi Indonesia”, “Debu-debu Berterbangan”, “Desember”, “Melankolia”, “Laki-laki Pemalu”, “Jalang”, “Di Udara”, dan “Jangan Bakar Buku”.

Yang juga menarik, rekaman “Daur, Baur” secara live di studio rekaman legendaris Lokananta, di Surakarta, Jawa Tengah. Untuk biaya produksinya, mereka menerapkan konsep crowdfunding atau menggalang dana dari para penggemar

Lewat “Daur, Baur”, Pandai Besi membius pendengar dengan keberaniannya menjelajahi ranah instrumental yang lebih liar. Bagian demi bagian diulang tanpa ada vokal. Yang ada hanya instrumen yang digiring hingga meletup di akhir lagu.

Lagu “Laki-laki Pemalu” yang akhirnya dipilih untuk dijadikan video klip. Sesaat memperhatikan video yang digarap oleh Yusuf Ismail, atau lebih dikenal dengan nama Ucup (Fluxcup). Di awal klip, pasti kening kita berkerut melihat opening lewat warna-warna dan potongan kepala Ken (karakter boneka pasangan boneka barbie) yang mengayun memenuhi layar. Adegan pembicaraan Akbar dan Cholil lalu masuk dengan dubbing. Cholil kemudian menari absurd dengan muka cemong dan berkostum asal.

Rasa merinding muncul mana kala bagian belakang seiring putaran kamera mengelilingi Cholil yang menari dalam balutan kostum balerina, lengkap dengan rok Tutu berwarna Pink.  Mungkin sebagian ada yang berasumsi bahwa video ini merupakan sindiran ironis terhadap jogged Caesar yang sering muncul di Televisi. Bisa jadi video ini merupakan farewell notes Cholil yang pada hari perilisan video ini sedang berada di Amerika untuk menuntut ilmu selama 2 tahun ke depan. Farewell notes yang tentu saja sangat bermakna. 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner