Bebas Berekspresi Skavaska - Ska Pop Fusion

Bebas Berekspresi Skavaska - Ska Pop Fusion

Segala macam bentuk kreatifitas, kota Bandung seakan tidak ada habisnya kehabisan amunisi ‘baru’ untuk dilepaskan. Selalu menghentak dengan berbgaia macam jenis aliran musik  baik terinfluence dari musik jaman dulu, atau yang konvensional sekalipun. Sebegitu progresifnya, begitu cepat, dan inovatif bervariasi.

SkavaskaAnak muda memang diharuskan mencari formula-formula baru, tidak hanya sebagai follower dadakan. Mencari dan terus mencari, seperti pepatah bijak “Carilah Ilmu, Sampai Negeri Cina”, tapi ya kali engga usah jauh-jauh jugalah ya internet dan rajin baca buku-buku yang berhubungan dengan akademis juga penting. Buat nambah pengetahuan dan bla-bla-bla sisanya banyak-banyaklah bersosialisasi mumpung muda, rajin berdoa tapi rajin juga ke gigs, hindari narkoba, sayang mamah, tapi jago membuat irama (musik).

Menyebut soal kreatifitas, sepertinya anak muda yang tergabung dalam sebuah kelompok musik yang menamakan diri mereka, Skavaska. Eits tunggu dulu friends, pasti udah nyimpulin buru-buru ini band pasti alirannya ska, kalo dilihat dari namanya. Tapi tunggu dulu, ada yang menarik dari mereka, selain memang mengambil ‘jurusan’ ska yang berkembang di Jamaica, dibawa oleh imigran dan besar  oleh generasi hardmods /skinhead di tanah ratu Elizabeth sana, Skavaska mencampurnya dengan musik pop yang renyah dan kerumitan dari lick-lick fusion. Wow (pogonya gimans bang pake fusion-fusion begitu?),

SkavaskaSkavaska

Ceritanya begini coklatfriends, menerawang ke belakang sekitar tahun 2012, menjadi sejarah lahirnya Skavaska di kota Kembang. Adalah sosok Akbar Adigustina aka Abay (tenorsax, vocal) dan Iqbal “Soe” Soelaksono (bas) yang menjadi embrio awal, dan mereka berdua nih mulai rajin ngumpulin orang-orang yang dinilai dapat bekerjasama gotong royong bersihin RT setempat. Eeh ngelantur, sorry.

Dalam perjalannya, Skavaska rajin banget bongkar pasang ban - eh personil, sampai pada akhirnya, formasi 4-4-2 terakhir dengan serangan offensive sisi sayap, kiri-kanan, depan-belakang-tengah dan overlaping bek, sayap (ha ha Sepak takraw kali ah!) yaitu Abay (tenorsax-vokal), Soe (bas), Romario ‘eriz’ Feriz (drum), Renardi ;Rey’ Christian (gitar,vocal), Suci Rianti (terompet), Ramdhan Arief (keyboard, synth), dan Idan Febriansyah (altosaxo).

“Ska Pop Fusion merupakan hasil eksplorasi kami dari musik ska” –Rey (Gitar-Vokal).

Seperti kebanyakan band-band indie di awal karir dan promosi musik mereka, Skavaska terlahir dari panggung ke panggung, mengasah pengetahuan bermusik, dan info yang berhubungan dengan musik, saling berdiskusi tentang musik dst. Acara musik kampus dan bazaar sekolah juga menjadi langganan mereka mengasah musik yang mereka usung, sampai akhirnya mereka merasakan panggung konser musik yang memang adalah ‘Guru’ terbaik seorang musisi.

SkavaskaSeni meng-cover lagu juga pernah mereka alami, namun kini, Skavaska sudah memiliki satu single bertajuk “Cassino” cipataan sang founding member Akbar’Abay’ yang sudah dirilis MAret, 2013 lalu. Lagu ‘Cassino’ sendiri, meceritakan karakter, mimpi, dan keinginan setiap individu dari personel Skavaska. Lagu yang menceritakan kebebasan berekspresi yang direfleksikan oleh anak kecil yang periang dan senang berdansa sambil menjalani hidup dengan penuh kejujuran. Wuidih sedep!, bijakasana sekali ya friends, umurnya pada ngeboong ya? udah pada tuir ya kalian sebenernya? Redaksi DCDC aja udah tuir masih pengen tetep ugal-ugalan berasa muda terus. Youngster Salawasna (Muda Selamanya-red)

Dari segi aransemen pada single “Cassino” memang berirama Ska yang upbeat, mengajak serta berpogo ria di akhir pekan, tetapi ska yang mereka bawakan tidak umum. Ini loh yang seru, Skavaska menghadirkan ska yang diberi sedikit distorsi, tumpang tindih yang rapi, rumit sedikit seperti musisi jazz fusion. Dan jadilah Skavaska. Selain berpromosi di media sosial, radio lokal, saat ini Skavaska sedang rajin menggodok mini album yang rencananya bakal  dirilis sekitar awal tahun 2016 nanti. Bocoran materi seperti apa belum ada, Cuma tajuknya nanti yang kita tahu, berjudul “Freedom”, yang sesuai dengan single jagoan mereka “Cassino”. Selain itu, dalam mini album yang akan rilis nanti, akan diisi kurang lebih lima trek hasil ramuan ajaib personel dan tentunya tetap menyiarkan tema kebebasan berkespresi ala anak muda.

 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner