Be-bop-be-Lu-La...The Hydrant

Be-bop-be-Lu-La...The Hydrant

Sungguh tak sia-sia perjuangan kolektif asal Denpasar, Bali, yang berdiri sejak 2004 ini. Jungkir balik dansa akrobatik Marshello, serta liuk menggelitik Wis—biduan dan gitaris, duo pendiri The Hydrant—bak lunas terbayarkan saat visa & tiket pesawat tiba di tangan, serta hari & tanggal pertunjukan positif ditentukan: Jumat, 17 Juli 2009. Berpatokan pada tarikh bersejarah tersebut maka disusunlah kemudian sejumlah agenda musikal untuk melengkapinya, lalu diberi tajuk: Bali Bandidos Eurobilly Tour 2009.

Oh, The Hydrant tak hanya akan berkiprah di Bratislava, Slovakia; tapi juga di Wina, Austria. Memang, kemahsyuran The Hydrant bukan hanya wangi di Pulau Dewata. Seantero Pulau Jawa dan sejumlah metropolitan di Nusantara pun namanya semerbak.  

Utamanya karena tampilan nan dandy plus aksi panggung yang unik, duhai tiada duanya. Mulai dari jumpalitan be-bop-a-lula “The Brown Elvis” Marshello, cengkok definitive Rockabilly-atau-mati dari gitar Wis, manuver main drum sambil berdiri a la Christopper, hingga atraksi bas betot khas Adi. Belum lagi fakta sahih menunjukkan bahwa The Hydrant merupakan band Rockabilly (padu padan antara Rock ‘N’ Roll & Country, seperti Elvis Presley) paling pertama di Indonesia. Begitu pula dengan 3 album penuh, Saturday Night, Rockabilly Live, Bali Bandidos, serta 3 album kompilasi; menggenapi ijo royo-royo eksistensi mereka.

Disari dari : http://lukmanbandidos.blogspot.com/2012/05/eksistensi-musik-rockabilly-indonesia.html

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner