Berteman dalam Jejaring Musik Indie Global

Berteman dalam Jejaring Musik Indie Global

Hal tersebut tidak hanya berlaku di ranah musik modern. Baru-baru ini, Karinding Attack sebuah band yang memainkan instrumen tradisional baru saja menyelesaikan rangkaian tur mereka di Eropa. Ada enam negara yang mereka singgahi di benua Eropa dan semuanya memberikan reaksi yang positif dari penonton di sana. Hal tersebut tidak terjadi begitu saja, namun memakan proses yang cukup panjang dan berbelit. Sebelumnya, mereka membuka komunikasi dengan seorang produser musik asal Berlin, Jerman. Rabih Beaini mempunyai ketertarikan terhadap sepak terjang Karinding Attack di ranah genre world music dan sangat ingin membawa Karinding Attack untuk ditampilkan di benua Eropa. Namun, karena kendala pendanaan akhirnya angan-angan tersebut banyak tertunda.

Hingga akhirnya, ada sebuah program seni dan budaya yang digagas oleh pemerintah Indonesia bermaksud mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di benua Eropa melalui pengiriman beberapa seniman asal Indonesia bekerjasama dengan beberapa lembaga kebudayaan di negara Eropa. Salah satu kurator yang dilibatkan adalah Rabih. Atas saran dan rekomendasi dari Rabih, akhirnya Karinding Attack berhasil masuk dalam rombongan seniman yang diberangkatkan ke beberapa negara di Eropa. Tidak hanya berhenti di situ, Rabih akhirnya tertarik untuk memproduseri Karinding Attack dalam memproduksi sebuah mini album yang akan secara khusus akan diproduksi dan dirilis untuk kawasan Eropa.

Beberapa cerita tersebut adalah contoh bagaimana akhirnya sebuah hubungan yang berawal dari pertemanan pada akhirnya bisa melahirkan banyak peluang dan kemungkinan. Musik sebagai bahasa estetika global berhasil menembus semua batas dan sekat yang selama ini sengaja diciptakan oleh industri mengatasnamakan "pasar potensial" dan "target konsumen".

Ketika kita merasa mempunyai karya yang layak untuk diapresiasi, tidak ada salahnya untuk selalu mencoba peluang dan menjajaki segala kemungkinan. Karena, pada akhirnya sebuah karya bisa dinilai bagus apabila kita mau mencoba memperlihatkan karya tersebut pada sudut pandang orang lain. Kita membutuhkan sebuah perspektif dengan nilai objektivitas yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan publik yang berbeda secara geografis dan budaya. Mari jalin pertemanan dan bergabung bersama masyarakat global.

BACA JUGA - Apakah Satu Grup Musik Tidak Cukup untuk Beberapa Musisi?

Foto diambil dari etzy.com

View Comments (1)

Comments (1)

  • ediwinanto
    ediwinanto
    23 Dec 2017
    Kenalkeun atuh min
You must be logged in to comment.
Load More

spinner