Black Metal : Benarkah Sebuah Gerakan Anti-Tuhan?
Beberapa kalangan konservatif dan pemuka agama percaya bahwa musik metal adalah bentuk modern dari pemujaan ritual setan atau penganut satanisme. Lirik yang kelam, musik gelap, dan penampilan seram baik di atas panggung maupun implementasi di kehidupan sehari-hari musisinya memang menjadi bagian kontroversi dari musik metal.
Kita persingkat sejarah dengan sepak terjang mereka yang dimulai ketika pembakaran gereja marak dilakukan di Skandinavia medio 80-90an; oleh beberapa tokoh dan pelaku musik black metal disana. Begitu juga pembunuhan, pemerkosaan yang dikorelasikan dengan ritual setan oleh beberapa fans yang dilakukan di Amerika.
Begitu juga dengan simbol paganism, satanic, dan handsign yang terkenal dalam budaya pop populer, dipelopori oleh grup band era flower generation “Coven” yang beraliran occult psychedelic rock. Vokalisnya perempuan bernama Jinx Dawson, melakukan ritual handsign Satanci Horn yang disusul personil lain setiap kali naik dan selesai beraksi di atas panggung. Belum lagi salah satu judul lagu mereka, Satanic Mass yang ditulis oleh produsernya Bill Traut. Ditulis dalam bahasa latin kuno, lagu berdurasi hamper sekitar 13 menit ini berisi tentang doa, melakukan ritual, dan pembacaan ayat-ayat kuno satanis. Seperti melakukan pemanggilan dan pemujaan kepada iblis.
Dalam sleeve cover album pertama mereka Witchcraft Destroys Minds & Reaps Souls (1969, Mercury Records) yang di dalamnya juga turut ditampilkan personil Coven sedang melakukan ritual satanis.
Ave Satanas atau ‘Hail Satan’, dengan handsign dan pentagramnya berdiaspora ke seluruh sub-budaya pop yang kental (tanpa melihat sisi religius seseorang yang mengusungnya) yang diestafetkan ke band-band yang lahir setelahnya, pun tentu musik metal yang memiliki massa terbesar di seluruh dunia, dan berbagai kalangan ini. Bahkan sekarang banyak ditemukan, para pesohor yang bukan dari kalangan musik metal melakukan handsign satanic horn di pertunjukkan-pertunjukkan dunia, sampai musisi-musisi baru yang pentas di ranah lokal.
Dilansir dari apakabardunia.com, berikut ini adalah rangkuman tulisan dari Autumn Reaper atau Grimscorpse kepada teman-teman semua untuk membuka wawasan dan berharap, kita bisa memandang lebih jernih segala permasalahan. .
Dimana setiap subyek di dunia ini selalu punya dua sisi, hitam dan putih. Tentunya kita bisa menjadi manusia yang "lebih dewasa" ketika melihat sesuatu dengan bijak. Dan, tidak serta-merta menjeneralisasi suatu hal dalam stigma negatif semata.
Penilaian akhir, apakah nantinya tetap meletakkan musik metal sebagai perpanjangan tangan satanisme, atau mau menerimanya hanya sebagai ruh musik yang berdiri pada alirannya sendiri, ya terserah pandangan masing-masing orang.
Begini kisahnya...
Satanisme dan perilaku yang tercakup didalamnya, adalah hal yang selalu dikaitkan dengan musik Black Metal hingga saat ini. Entah siapa yang memulai, namun masyarakat bawah tanah seolah percaya saja tentang pengultusan itu. Seolah terjadi penyeragaman ide, bahwa menjadi musisi Black Metal itu haruslah seseorang yang Anti Tuhan.

Ujung-ujungnya, banyak masyarakat awam mencibir dan menganak-tirikan musik Black Metal hingga seolah tidak layak di dengar dan di kemukakan pada khalayak. Singkatnya, apakah semua musisi Black Metal haruslah manusia yang satanis, atau haruskah semua penganut satanis memainkan musik Black Metal?
Keberadaan Black Metal (sebagai genre) tak lepas dari nama VENOM, band Heavy Metal yang berdiri di Newcastle Inggris pada awal tahun 80. Awalnya band ini banyak terpengaruh oleh konsep musik band-band macam LED ZEPPELIN, BLACK SABBATH dan DEEP PURPLE.
Seiring perjalanan waktu, merekapun melakukan pendewasaan dalam konsep musiknya melalui penambahan tempo yang lebih cepat, distorsi gitar yang lebih bising dan perubahan pada karakter vokal.
Band yang digawangi Cronos, Mantas dan Abaddon inilah, yang nantinya dipercaya oleh kebanyakan musisi Black Metal maupun musisi Non Metal, sebagai band New Wave Of British Heavy Metal. Melalui album Black Metal yang dirilis pada tahun 1982, mereka diamini sebagai gelombang pertama dari lahirnya genre Black Metal.
Pada saat yang hampir bersamaan, para kampiun Metal di tempat lain juga mulai bermunculan. Sebut saja BATHORY dari Swedia yang memulai debut albumnya di tahun 1984, HELLHAMMER dan CELTIC FROST dari Switzerland, MERCYFUL FATE dari Denmark, SODOM dari Jerman dan banyak lagi.
Kelak bergemanya Black Metal ditandai pula dengan lahirnya band-band Black Metal di Norwegia seperti MAYHEM, BURZUM, DARK THRONE, IMMORTAL dan EMPEROR. Mereka juga kerap disebut sebagai band Black Metal gelombang kedua.

Photos: angrytunbridgewells.com, www.metalinjection.net, lusoskav.deviantart.com, pichost.me,
metalforgere.deviantart.com
Comments (0)