'B-side', Aset Penting Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Fanatik Rekaman Fisik
Jangan senang dulu dengan apa yang kamu miliki sekarang, kalau nyatanya rekaman fisik berjenis ‘B-side’ tak kamu miliki. Dan tanpa disadari beberapa waktu belakang, musisi Indonesia mulai mengeluarkannya.
Bagi kolektor musik yang sangat erat dengan rekaman fisik berjenis kaset pita atau piringan hitam, pasti sering menemui sisi A (side-A) dan sisi B (side-B). Yang terkadang juga berupa angka 1-2 atau muka 1 dan muka 2, yang harus dibalik untuk mendengar materi lagu selanjutnya. Beda dengan format cakram padat yang mampu merangkum banyak kapasitas lagu, tanpa harus di bolak-balikan seperti piringan hitam atau kaset pita. Itu cuma format rekaman analog pada umumnya saja, tapi apakah pernah dengar jenis 'B-side' ? begini.
Mungkin sedikit orang yang tahu bahwa, materi dari musisi itu terdiri dari dua jenis yaitu ; A-side dan B-side. Untuk A-side sendiri merupakan materi yang ditujukan untuk kepentingan komersil, dalam artian sang label rekaman merilis materi A-side, karena dianggap mampu memenuhi permintaan pasar. Dan jenis ini juga yang sering ditemui pada beberapa toko rekaman fisik. Namun, beda halnya dengan B-side yang merupakan materi unreleashed (belum rilis). Untuk materi B-side ini, sebagian musisi tidak merilisnya disebabkan oleh berbagai faktor. Entah musiknya terlalu idealis, atau kurang menjual ketika dipasarkan. Tapi tak sedikit juga beberapa diantaranya bahkan menjadikannya sebagai strategi gimmick jika sewaktu-waktu musisi itu terkenal, maka ia merilis B-side untuk kebutuhan komersial juga. Tapi pada dasarnya, B-side adalah materi yang sangat idealis dari musisi dan jenis ini juga yang mungkin sebagian kolektor musik tak tahu. Apalagi kalau kolektor itu baru berkecimpung dalam dunia rekaman fisik.
Jenis B-side, dulunya sudah sering dirilis oleh sebagian musisi dan label. Misalnya seperti The Beatles, Iron Maiden, The Rolling Stones, dan lain sebagainya. Jenis rilisannya pun bermacam-macam, misalkan seperti ; rekaman live, EP, Album, dan lain sebagainya. Virus B-side sampai pada saat ini terus bermunculan seiring pergantian masa, dan perilisan jenis ini juga memang telah membudidaya di berbagai kalangan musisi. Hingga pada akhirnya masuk ke Indonesia, baik musisi dari major label atau musisi yang berada di ranah indiependent. Kalau untuk major label, mungkin sistematis B-side ini mudah dilakukan karena semua biaya perilisan ditanggung oleh label-label berotot besar. Tapi kalau untuk indiependent, sangat sulit pastinya karena seluruh bentuk perilisan yang mereka keluarkan harus dengan sistematis mandiri. Walau demikian, beberapa band indiependent saat ini sering merilis materi B-side, yang tak lain dan tak bukan dijadikan sebagai koleksi oleh kolektor.
Menelisik beberapa waktu sebelumnya, beberpa grup musik indiependent tanah air telah merilis materi B-side. Semisal seperti materi milik grup shoegaze asal Kota Bandung yang cukup berpengaruh di Indonesia. Themilo yang bekerjasama dengan label Anoa Records untuk merilis materi bertajuk Wasted Parts. Yang didalamnya Themilo berisikan 17 nomor lagu yang terbagi dari dua kepingan cakram padat. Di cakram padat pertama merupakan materi murni B-side, dan kepingan lainnya merupakan kompilasi remix dari beberapa musisi yang mengkover ulang beberapa lagu Themilo. Sebelum Themilo juga ada Rajasinga yang merilis dalam format kaset pita pada RSD 2018 chapter Bandung yang disertai dengan kertas papir, atau musisi-musisi lainnya. Dan ini merupakan materi yang cukup langka dan sangat layak untuk dimiliki, khususnya bagi kolektor.
Sumber foto : Pinterest
Comments (0)