Bukti Perhatian Dunia Terhadap Skena Musik Bawah Tanah Indonesia
Suatu kebanggaan bila karya kita diapresiasi oleh orang lain. Untuk belantika musik bawah tanah Indonesia, hal tersebut sudah menjadi suatu anugerah yang tak terhingga, apalagi bila yang mengapresiasikanya seorang legenda musik dari luar negeri.
Pada tahun lalu, tepatnya Juni 2013, Metal Hammer merilis kompilasi lagu-lagu sebagai bonus CD pembelian majalah asal Inggris tersebut. Kita sebagai bangsa Indonesia patut berbangga, karena dalam kompilasi tersebut dari total 15 band, terdapat 12 band cadas yang berasal dari Indonesia.
Ke-12 band yang berada dalam kompilasi bertajuk Slave The World ini yaitu, Burgerkill, Cranial Incisored, Deadly Weapon, Djin, Down For Life, Errorbrain, Forgotten, Gugat, Infamy, Jasad, Nemesis, dan Parau. Sisanya, Amogh Symphony berasal dari India, From The Vastland asal Iran, dan Lody Kong asal Amerika Serikat. Nama Slave The World sendiri diambil dari judul lagu Sepultura, album Chaos A.D.
Dari keseluruhan band-band yang terpilih di kompilasi Slave The World tersebut merupakan pilihan Max Cavalera yang tak lain adalah mantan vokalis Sepultura, kini menjadi frontman Soulfly. Malah, Dom Lasson, wartawan Metal Hammer, duet langsung bersama Burgerkill membawakan Shadow of Sorrow di perhelatan Bandung Berisik 2013.
Tidak hanya itu, Burgerkill memenangkan nominasi kategori Metal As Fuck di ajang penghargaan musik metal, Metal Hammer Golden Gods 2013, yang diselenggarakan oleh Metal Hammer. Band asal Bandung tersebut mengalahkan nama-nama tenar lainnya di nominasi yang sama, yaitu Nergal (Behemoth), Jason Newstead (eks-Metallica), Sea Shepard, dan Pussy Riot.
Hal ini membuktikan bahwa pergerakan musik bawah tanah di Indonesia mempunyai kualitas yang memumpuni dan telah menjadi perhatian para metalhead seluru penjuru dunia.
Sumber foto: www.rockenblast.com
Comments (0)