Cara Diplomatis Dalam ‘Mengeluarkan’ Personil Band-mu

Cara Diplomatis Dalam ‘Mengeluarkan’ Personil Band-mu

“Kalau kamu gini terus, posisimu di band akan segera terganti” – kalimat penuh ‘kesombongan’ ini sering terlontar dalam band. Jika personil barusan memang tak pernah berusaha maksimal dalam band itu. 

Akan tetapi, seburuk apapun kondisinya, sebetulnya kalimat di atas masih terlalu ‘kasar’. Band berkualitas, adalah grup yang berisi musisi-musisi dengan mentalitas dewasa. Sehingga kita perlu sadar betul, bahwa ancaman (berbentuk apapun) dari satu kelompok manusia terhadap satu orang, sampai kapanpun tak akan pernah memberi dampak baik – khususnya dalam proses musik dan berkesenian. Malahan, jika berbicara replaceable, maka sejatinya, semua musisi adalah manusia-manusia yang bisa tergantikan; terlepas bermasalah atau tidak (cukup adil?).

Kemungkinan besar, alasan kita terdorong untuk ‘tega’ bicara demikian pada satu personil yang error, biasanya karena kita merasa di luar sana ada peluang lain untuk diambil. Bahwa kita sangat mampu merekrut musisi/personil baru, yang mampu memainkan part musik yang biasa ia mainkan. Tapi kita suka lupa, bahwa setiap personil band (seminim apapun kualitas dan attitude-nya) adalah suatu personal yang unik – baik dari aspek karakter bermain maupun sentuhannya dalam lagu.

Jika memang, keburukan dari seorang personil sudah teramat sulit ditoleransi – contohnya, malah membuat masa sulit bandmu tidak berangsur pergi, maka lakukanlah dengan segenap rasa hormat. Respect first, please. Bagaimanapun juga, kawanmu ini telah menghabiskan banyak hal (waktu, tenaga, pikiran, materi) untuk bermain musik denganmu – dan meski ternilai minimal, kontribusinya tetap berdampak membuat bandmu sudah sejauh ini.

Jadi, ketika behaviour dan perilakunya sudah keterlaluan dan personil lain sudah ‘angkat tangan’, maka kamu tetap tidak bisa memberinya reaksi frontal yang menyinggung. Mengancamnya untuk diganti dengan personil baru yang lebih baik, hanya akan membuatnya mudah ‘terlempar’ keluar dari band, namun dirinya tak mendapat solusi apapun terhadap kesalahannya. Artinya, jika suatu hari dia kembali bikin band dengan orang lain, kesalahan-kesalahan semacam ini akan tetap ia lakukan – hanya mengulang blunder yang sama – sambil menghabiskan waktu hidupnya.

Hal pertama, biarkan dirinya mengetahui bahwa isu perihal dirinya di mata personil lain diketahui. Biarkan dirinya berkaca dan berintrospeksi. Kemudian, lakukan sebaliknya, agar adil. Ajak dirimu dan personil lain membuka pikiran, sehingga kita mengetahui, alasan dan faktor apa yang mendasari dirinya jadi begitu. Dua tahap ini sangat terhormat dan membuat band semakin dewasa.

Ambil tindakan yang simpel, tapi elegan, peduli, dan dewasa. Ucapkanlah, “Kami memperhatikanmu sejak lama, kamu mulai berubah ke arah yang lebih buruk. Ada kemunduran yang kami rasa. Meskipun, talenta dan peranmu di sini, sudah sangat berarti banyak bagi band ini. Tapi, saat ini kami sudah sulit untuk yakin, bahwa kamu masih mampu sejalan dengan semangat band ini. Kamu baik-baik saja?”

(sumber foto: GILL Photos)

BACA JUGA - Dibalik Mitos Tur Sebuah Band

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner