CD Review : Bersama 'Jalan Gelap', Kelelawar Malam Kembali Menghantui Pendengarnya
Band penuh mistis yang beraroma di kengerian malam, Kelelawar Malam masih memegang kendali untuk ranah musik lokal Indonesia. Band yang terbentuk sejak kurun waktu di tahun 2008 silam, kini Kelelawar Malam baru saja menelurkan album keduanya yang bertajauk Jalan Gelap di bawah bendera Lawless Jakarta Records.
Jika banyak yang beranggapan bahwa musikalitas Kelelawar Malam terlalu mirip The Misfits, tidak salah. Namun, jika disimak lebih dalam musikalitas Punk banyak menggabungkan unsur musik lainnya seperti classic punk, deathrock, psychobilly, surf-rock, punk-blues, hingga heavy-metal sekalipun terutama pada album Jalan Gelap. Pasca kehilangannya beberapa tahun terkahir, bukan berarti Kelelawar Malam tutup usia melainkan mereka baru saja bangkit dari liang lahat dan siap menghantui para penikmat musiknya.
Dalam album Jalan Gelap, Kelelawar Malam juga dibantu oleh sang ilustrator/seniman asal Kota Bandung Dani ‘Tremor’ yang juga merupakan vokalis dari grup Hardcore Punk Milisi Kecoa. Dari segi musikalitas, album ini banyak meriuhkan berbagai alunan sorak ala musik punk rock seperti Rancid, The Misfits, Danzig hingga The Cramps. Sedangkan dari segi tema yang diangkat sangat luas untuk album Jalan Gelap khususnya dalam dunia kegelapan. Tak hanya hantu di era 80’an sebagai tribute, Kelelawar Malam juga memasukan beberapa tema lain seperti halnya kenyataan khususnya di lagu “Jalan Gelap” yang sekaligus judul album keduanya. Walau memainkan musik yang masuk dalam kategori ekstrim hingga nuansa musiknya yang gelap, musikalitas Kelelawar Malam khususnya pada bagian vokal yang dilantunkan oleh Sayyiba sangat lo-fi seketika mirip seperti Iwan Fals.Teknik vokal dari Sayyiba Von Mencekam pun kian dapat mengikuti ketukan beat dari cepat, santai hingga lambat sekalipun seperti pada lagu “Desmodus Rotondus” yang dikemas ulang, “Setan Jalanan” dan “Babylon”.
Perpaduan cukup kompleks pun akan terus menghantui pendengarnya di album Jalan Gelap. Ya, Kelelawar Malam yang di awal kemunculannya lagi sebelum album Jalan Gelap dengan menyebarkan lagu “Ordo Vampir” dibawah bendera netlabel Yes No Wave tahun lalu juga hingga kini masih membekas dalam mimpi buruk. Ditutup dengan track “Merapi” yang diawali seperti seruan dari gelapnya malam untuk sang hantu, beralih ke bagian tengah dengan melody perlahan cepat nan melengking ala Heavy Metal seketika terlihat gunung meletuskan lahar tak henti-hentinya di benak pendengar musiknya. Sudah tidak ada duanya lagi jika mengakui bahwa musik Kelelawar Malam banyak menyimpan berbagai misteri dalam tiap balutan musiknya dan album Jalan Gelap cukup baik jika direkomendasikan bagi pendengar yang suka dengan alunan punk era awal khususnya tahun 70-80’an.
Comments (0)