Cegah Gejala Parkinson Lewat Terapi Musik
Dalam mengurangi gejala umum penyakit parkinson, maka bisa dilakukan dengan beberapa terapi pengobatan misalnya adalah :
- Levodopa
- Carbidopa
- Entacapone
Karena pemberian dari obat parkinson sifatnya bukan menyembuhkan, namun hanya mengurangi gejala yang muncul supaya tidak semakin parah dan dalam membantu meningkatkan kualitas hidup si penderita.
Walaupun secara ilmu pengetahuan penyakit parkinson masih tidak diketahui cara pencegahannya, namun ada baiknya dengan cara pendekatan lingkungan. Memelihara lingkungan sekitar kita dengan lebih baik, dan sebaiknya jangan membuang batre bekas atau juga menggunakan atau menyemprotkan pestisida dengan sembarangan.
Penyakit Parkinson memang menyerang sekitar 1,6 juta dari 100 orang yang berusia diatas 65 tahun, dan dalam 1 per 50 orang yang berusia diatas 80 tahun akan mulai terserang penyakit Parkinson. Usia yang paling rentan untuk terkena penyakit yang disebut “silent killer” ini adalah usia 60 tahun, walau sekitar 1-20 kasus yang terjadi , Parkinson menyerang pasien berusia 40 tahun. Dapat disimpulkan friends, kalo penyakit Parkinson ini sduah menyerang pelan-pelan ketika pasien tersebut masih muda.
Walaupun penyakit Parkinson sudah diteliti lewat kajian ilmu pengetahuan, sampai saat ini belum menghasilkan obat atau pencegahannya, namun baru – baru ini sebuah terobosan terbaru ilmu sains menemukan sebuah terapi yang dapat membantu untuk mengendalikan dan mengontrol gerakan pada pasien penyandang Parkinson.
Caranya?
Sebuah terapi musik
Yap melalui terapi musik ini, pasien penyandang Parkinson dibantu untuk mengurangi gejala-gejala parkinson dimulai dari gerakan yang dilakukan berdasarkan ritme musik atau disebut terapi ritmik. Terapi ini sudah mulai dilakukan diluar negeri, musik yang disesuaikan dengan kesukaan dari si penderita penyakit Parkinson. Musik diputar dan mengahruskan si pasien untuk berinteraksi melalui gerakan – gerakan.
Selain Parkinson, musik sendiri telah ditawarkan untuk menjadi bagian terapi pengobatan beberapa penyakit degenrasi otak, yang salah satu nya adalah penyakit Parkinson ini.
Sebagai contoh, ketika mengangkat kepala itu menjadi hal yang reflekl dilakukan, dan samngat mudah untuk dilakukan, tetapi lain hal dengan penyandang Parkinson yang akan sangat kesulitan melakukan itu. Maka dari itu, manfaat dari terapi musik ini sangat baik untuk memulai sebuah gerakan. Tetapi tidak sembarang musik bisa dijadikan terapi musik pengidap Parkinson. Tiap penyandang Parkinson memiliki jkepekaan terhadap jenis – jenis musik yang berbeda. Singkatnya adalah, musik yang memiliki nilai historis dengan penyandang Parkinson tersebut. Musik jazz, karna dulunya menyukai musik jazz atau mantan musisi jazz. Atau yang termudah, mendengar musik gamelan Jawa, karna sewaktu kecil menyukai seni tari Jawa, begitu seterusnya.
Tetapi jenis terapi musik ini sayangnya belum banyak diberlakukan di rumah sakit atau klinik di Indonesia. Kita berharap kedepannya banyak rumah sakit dan klinik yang mulai menggunakan terapi ini yang terbilang sukses ini, dan mungkin saja setelah membaca artikel ini, kalian tergugah dan menyadari ada saudara, kakek, nenek kalian friends yang bisa dibantu dengan informasi soal terapi musik untuk penyandang Parkinson, serta tentu saja bisa dicoba dirumah. Tetapi tentukan terlebih dahulu, konsultasi dengan dokter, dan keluarga kalian untuk mengeksplorasi jenis musik apa yang cocok.
Youtube Channel :
Sumber : http://penyakitparkinson.com/ & http://health.kompas.com/read/2010/05/02/12313540/pentingnya.musik.bagi.pasien.parkinson
Comments (0)