Cerita Seruling Yang Mengirama
by: Bobby Agung Prasetyo
Alat musik yang kita kenal saat ini, tentu tak langsung semena-mena menjadi seperti yang kita lihat sekarang. Butuh proses demi menyempurnakan dan memodernkannya. Tak terkecuali seruling. Ya, sudahkah anda mengenal alat musik tiup ini? Di Indonesia sendiri, seruling khas dikenal sebagai alat musik tradisional khas Jawa Barat. Alunannya yang merdu dan khidmat mengiringi irama, membuatnya digandrungi berbagai kalangan. Seruling diidentikkan dengan musik dangdut, walau pada dasarnya bisa digunakan pada genre musik yang lain.


Berdasarkan penelitian, alat musik pertama yang ditemukan adalah seruling yang dimainkan oleh manusia Neanderthal. Sebuah seruling Neanderthal berumur 40,000 tahun yang terbuat dari tulang. Pun menurut perhitungan, lubang pada tulang tersebut dibuat untuk menghasilkan nada yang tepat. Dengan kata lain, ini adalah alat musik yang dibuat secara ahli. Konon, Neanderthal adalah manusia yang muncul secara tiba-tiba 100.000 tahun yang lalu di Eropa dan ras ini bisa jadi menghilang karena berasimilasi dan bercampur dengan ras yang lain, atau menjadi punah karena sesuatu hal yang belum diketahui.
Satu-satunya perbedaan mereka dengan manusia modern adalah rangka tubuh mereka yang lebih tegap dan volume otaknya yang sedikit lebih besar.Sebenarnya manusia Neanderthal bukanlah manusia yang setengah kera atau primitif, seperti teori Darwin. Penemuan ilmiah menunjukkan bahwa Neanderthal adalah satu ras manusia yang tidak berbeda dari kita dalam tingkat kecerdasan dan keterampilan. Apalagi dengan ditemukannya seruling di zaman mereka, menunjukkan bahwa manusia Neanderthal telah berperadaban.
Sejarah lain pun mengatakan bahwasanya seruling yang pertama mencuat pada 900 SM. Seruling, pada masa itu adalah instrumen musik yang dikenal paling awal dan merupakan salah satu di antara tiga instrumen khas India, selain veena dan mridanga. Alat musik ini diklaim terlahir lalu menjadi bagian sastra India dari 1500 SM, yang kedepannya berangkat menjadi seruling modern.
*diolah dari berbagai
Foto : Istimewa
Comments (0)