Coklat History "Romantisme Bias Glam Rock Part 2" End.



Oke, karena bahasan kita tentang musik glam rock atau hair metal kemarin belum usai. Maka selayaknya sebuah janji (Anjis menn beurat!!!!), oleh dari itu kami akan kembali memberi ulasan lanjutan tentang aliran satu ini. Bersiappp ayo mulai!!!!
Selain dari segi musik, yang dijual oleh band-band ‘glam rock’ atau hair metal adalah dari dandanan mereka.

Gaya dandanan Seperti rambut panjang tebal, yang di semprot dengan hairspray sehingga terlihat mengembang, lalu bandana, jaket kulit, baju tanpa lengan, celana berumbai-umbai dari bahan kulit berwarna hitam mengkilat, dan pakaian yang aneh-aneh seperti model Gipsy, manusi alien luar angkasa, bahkan beberap mirip dengan wanita padahal mereka pria menjadi dandanan wajib mereka saat itu. (mungkin dizaman sekarang itu terlihat aneh, tapi kalau dulu sih ya glamour itu seperti itu)
Oh ia, vokalis dari band-band “glam rock” pun kerap disebut sebagai ‘cowok cantik’. Why? Alasannya adalah selain dari dandanan mereka yang kerap menggunakan kosmetik sehingga wajah mereka terlihat menor, suara melengking lebih dari tujuh oktaf yang kerap dikumandangkan oleh Marc Bolan, David Bowie di era 70an sedangkan di 80an dan 90an ada Skidrow atau Warrant pun menjadi salah satu alasan mengapa Bach atau Jani Lane (RIP) di sebut pria-pria cantik. Tak lupa semua personil dari mulai Tommy Lee, Nikki Sixxx, Mick Mars, dan Vince Neil yang tergabung dalam grup Motley Crue. Mereka semua cantik dan “nakal” tentu.


David Bowie and Marc Bolan




Note : David Bowie sangat terkenal dengan alter egonya yang sangat flamboyan Ziggy Stardust.
Bahkan, New York Dolls dari New York Amerika Serikat disebut-sebut sebagai band “glam rock” yang cukup sukses di era-nya. Mereka bahkan disebut sebagai band Protopunk yang banyak menginspirasi lahirnya band dan aliran musik sub-genre beserta sub culturenya seperti Sex Psitols, The Damned dan The Smiths dengan semangat indie pop nya. Belakangan pada tahun 2009 kita juga kedatangan band "alternative rock" yang juga terkenal dengan cross-gender dan sisi androgyny nya, Placebo. Dengan frontman mereka yang terkenal Brian Molko. Brian Molko pernah meng-cover salah satu lagu milik MArc Bolan berjudul 20th Century Boy dan masuk kedalam soundtrack film "Velvet Goldmine" di tahun 1998.
Di Indonesia sendiri pengaruh musik glam rock, bisa dikatakan memiliki masa emasnya pula. Kita bisa menyebut beberapa nama macam Boomerang, RIF, Voodoo, Elpamas, The Flowers, Sahara, dan lain-lain telah menjadi bintang ketika era glam rock menginvasi bumi, sebelum BoysIIMen atau New kids On the Blocks belum menjadi pujaan baru bagi para remaja perempuan.
Memasuki era 90-an, musik glam rock atau hair metal mulai memudar namanya, terlebih ketika jenis alternative rock yang ditandai dengan tembang “Smeels Like Teen Spirit”milik Nirvana mulai merajai top chart musik dunia. Secara tidak langsung, hal ini pulalah yang mebuat era glam rock atau hair metal mulai memudar.


Marc Bolan

Roxy Music
Namun ternyata, glam rock atau hair metal ini tidak sepenuhnya memudar. Mereka belum menjadi artefak musik yang pernah berjaya di tahun 1980-an. Di Indonesia sendiri , musik glam rock masih memiliki basis penggemar yang cukup banyak (termasuk saya hehehe), meski memang harus diakui dominasi metal arus utama macam deathmetal, metalcore, melodic metal, masih menjadi raja dalam skena bawah tanah Indonesia.
Tapi, tak bisa dipungkuri romantisme ke-glamouran musik glam rock atau hair metal masih melekat kuat pada hati penggemarnya. Di tahun 2000-an Indonesia mengenal nama Seurius dengan tembang populernya “Rocker Juga Manusia”mereka pun dianggap sebagai salah satu band pengusung aliran glam rock dengan dandanan, yang baru kami sebutkan di atas. Selain itu memasuki era teknologi yang semakin sadis, seperti saat ini beberapa nama lain beraliran glam rock pun mulai kembali bermunculan macam GRIBS, ,Gargoyle, Sangkakala, dan lain-lain.



Seurieus, Sangkakala, dan Gargoyle
Hair metal or Glam Rock revival? Semoga saja. Sampai jumpa di Coklat History selanjutnya...Cheers
Photo : Istimewa (Gargoyle http://jakartabeat.net/resensi/band/konten/arah-mata-angin-gargoyle)
(Septian Nugraha)
Comments (0)