Coklat History

Coklat History "Sejarah Pick Up Pada Gitar Elektrik Bag.1"

Hallo Coklatfriends, kali ini kami akan sedikit mengulas tentang sejarah pick up. Tentunya untuk kalian para gitaris, tak asing mendengar nama pick up. Baik sebelumnya kami akan jelaskan dulu sedikit mengenai pick up. Pick up dalam sebuah gitar merupakan transduser untuk mengubah energi gerak atau getar yang berasal dari senar menjadi energi listik dan kemudian akan menjadi energi bunyi yang cukup kuat sehingga dapat terdengar dengan jelas.

Pada prinsipnya, energi listrik yang berasal dari energi getar tersebut akan dihantarkan melalui kabel dan dikeluarkan melalui output atau speaker sehingga akhirnya menghasilkan energi bunyi yang sangat luar biasa.

Dalam beberapa literatur, yang kami cari, kebanyakan menyebut bahwa pick up pertama yang ditemukan adalah jenis pick up ‘Hambuceker’, yang ditemukan oleh seorang teknisi pada perusahaan Gibson , bernama Seth Lover. Namun pada nyatanya ternyata pick up ‘Hambucker’ adalah temuan pembaruan setelah jenis pick up ‘Horseshoe’ atau pick up tapal kuda yang ditemukan pada petengahan tahun 1920, oleh George Beauchamp, seorang gitaris asal Los Angeles.

Beauchamp memulai percobaan mengenai penguatan suara gitar secara elektronik. Berbekal sebuah pick up dari phonograph, dia memulai berbagai macam kombinasi, magnet dan kumparan tembaga dengan harapan terciptanya sebuah pickup elektromagnetik untuk gitar. Pada mulanya dia menggulung kawat tembaga dengan motor dari mesin cuci.

Awalnya pickup buatan Beauchamp terdiri dari 2 buah manget ladam (magnet U – RED) dengan 1 buah kumparan, sehingga pada saat itu pick up buatannya disebut “horseshoe pickup” atau pickup tapal kuda. Pada tahun 1935, Gibson Guitar Corp. mencoba memperbarui pick up tapal kuda milik Beauchamp, dengan memperkenalkan “bar pickup” atau pick up batang yang diberi nama P-90.

Pada pick up ini magnet yang digunakan adalah magnet batang, bukan magnet “U” seperti buatan beauchamp. Pick up ini terdiri dari sebuah logam yang disisipkan di antara kumparan tembaga sebagai “pole piece” atau kutub magnet bagi seluruh dawai. Sedangkan magnetnya sendiri dilekatkan di bawah kumparan, jadi logam yang berada di antara kumparan hanya berfungsi sebagai penghantar magnet.Bersambung...

Foto : Istimewa

Sumber : Berbagai Literatur

(Septian Nugraha)

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner