Radio Magno, Produk Lokal yang Suaranya Mendunia
By: esadewo


Radio merupakan salah satu media untuk mendengar musik dibalik sejarahnya yang diperuntukan mengirim pesan telegraf menggunakan kode morse antara kapal dan darat hingga sekarang radio sudah menjadi teman di perjalanan ataupun di rumah. Sebuah alat lama yang di Indonesia masih menjadi sarana hiburan atau mengetahui info terbaru tentang musik yang sempet nge-tren banget pada jamannya.
“On the radio I hear your voice, calling love repeatedly. What a song for me, that reminds me of…” (Homogenic – Radio)


Jangan ngaku suka produk lokal kalau belum tau radio yang satu ini, radio kayu magno produk Indonesia ini pertama dibuat oleh Singgih Susilo Kartono yang sebelumnya menjadikan desain radio kayu ini sebagai karya akhir pada studinya di kampus seni negeri ternama di Bandung.
Awalnya dia mempreteli radio Panasonic yang ia beli di toko. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Rachmat Gobel (Preskom Panasonic Indonesia) pada pameran produksi ekspor. Sejak saat itu ia membeli langsung produk elektronik dari Panasonic untuk menjadi daleman radio ini.


Pak Singgih ini juga pernah dapat pesanan sebesar 4.9 miliar dari rekannya di AS, tapi sayangnya kapasitas produksi radio ini belum memadai untuk memenuhi pesanan pasar sebanyak itu. Radio kayu lokal ini juga pernah beberapa kali mendapat penghargaan seperti lomba desain di Seattle, AS, tahun 1997, hingga Grand Awards untuk Design for Asia Award yang digelar di Hongkong. Pada 19 Maret 2009, Radio Kayu ini memenangkan Brit Insurance Design Award 2009 untuk kategori produk.
Harga per unit, Radio Kayu Magno ini dijual dengan harga 49-56 USD di AS, di Jepang dijual 17.500 yen dan di Jerman 160-240 euro. Dan di dalam negeri Magno diberi harga Rp 1,1 juta-Rp 1,3 juta per unit. Agak mahal sih… alasannya karena menurut Singgih, Magno merupakan benda koleksi yang personal, bukan komoditas.
Dari radio kita tau musik terkini sampai yang lawas, dari yang indie sampai yang enggak, dari yang keras sampe yang nye-low. Apalagi kalo radionya produk lokal Indonesia, makin mantep mantengin musik-musik yang diputer. Jangan lupa kirim salam-salam buat yang tersayang sampai jodoh yang terjebak di pertemanan.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_radio
Foto : www.magno-design.com
Comments (0)