Coklat Lifestyle

Coklat Lifestyle "Musik dan Fashion Statement Part II" End.

Era berganti

Madchester Scene

Jangan juga  lupakan, era dimana madchester scene di Inggris sana menjamur. Celana baggy atau straight oversized jeans, berpadu dengan t-shirt warna warni (super) lebar dengan gambar smiley face yang merepresentasikan seseorang ketika sedang dalam naungan ecstasy. Kita tidak dapat memungkiri musik new wave yang bermain di instrumen serba digital menjadi ibu lahirnya musik macam New Order, A Certain Ratio,  Happy Mondays, The Stone Roses, Northside,  dan Tony Wilson dengan Hacienda dan segala hal di dalamnya. Musik mereka menyatukan unsur dance music, psikedelia pop jangly 60-an, menjadi sebuah alternatif baru dalam dunia musik.

Madchester Rave Boy and Girls-The Stone Roses

Berbeda dengan di Amerika, dimana munculnya aliran musik grunge, yang salah satunya digawangi band Nirvana. Kurt Cobain, sang vokalis dari grup asal Seattle sukses sebagai trendsetter yang menghadirkan gaya santai tapi asik cnderung kumal. Sangat dekat dengan kesan kebebasan, perpaduan antara, gipsi-hippie-yuppie, yang menonjolkan sneaker, kaos, sweater, dan topi. Lahirlah ke dunia gaya berpakaian freakscene.

The Grunge Movement

Rivers Cuomo, sang vokalis Weezer lebih memilih menonjolkan sisi yang sedikit 'aneh' dengan kacamata vintage hitam berframe tebal yang kali pertama dipopulerkan oleh penyanyi rock and roll, Buddy Holly pada 1940-1950an. Fakta mengasikkan, Queen, Sir Elton John, Paul O’Grady, serta mantan PM Inggris Tony Blair pun pernah memakai kacamata jadul ini.

Toh, terlepas dari style dorky glasses yang terlihat 'aneh', para Weezerian, sebutan fans berat Weezer, justru semakin memujanya. Bahkan Weezer menulis lagu bertajuk Buddy Holly di album debut Weezer (1994). Sebelum lupa, virus tren ini menular pula pada gitaris Blur, Graham Coxon yang terlihat sangat cool dengan kacamata tebal dan hoodie-nya di klip video Coffee & TV.

Rivers Cuomo (Weezer), Buddy Holly, & Graham Coxon (Blur)

Namun, fashion se-jadul apapun tak pernah mati dimakan jaman. Seperti juga musik yang selalu bertumbuh, dengan genre yang sama namun tetap dengan sentuhan yang berbeda. Selalu ada yang terinspirasi untuk mengikuti jejak-jejak musisi sekaligus fashionista sejati.

Sebut saja make up ‘Gothic’ Lady Gaga, sang mother monster, yang begitu terinspirasi gaya Marilyn Manson. So dark. Sementara, gaya busananya cenderung 'aneh' sedikit banyak mencontek gaya busana diva senior Madonna yang selalu tampil beda di setiap aksi panggungnya.

Marilyn Manson-Lady Gaga The Mother Monster

Make up tebal (Dramatic make up) yang dibawa di era 80-an pun masih terlihat wara-wiri di industri musik masa kini. Katy Perry salah satunya, semakin percaya diri memulas bibirnya dengan lisptik tebal, meniru pendahulunya, Gwen Stefani yang pernah berjaya di tahun 90an bersama band ska/alternative-nya, No Doubt.

Gwen Stefani

Jika ditilik lebih dalam, sebenarnya masih banyak lagi tempat dimana musik dan fashion selalu berjalan bersama atau bersinergi. Ini seperti sebuah pembuktian telah terjadi perkawinan yang indah antara musik dan fashion. Bahwa seorang musisi ataupun penyanyi pasti mempunyai suatu ciri khas kuat dengan gaya fashion yang mereka bawa. Dan, di sisi lain dunia fashion semakin membuka kesempatan bagi industri musik untuk meramaikan kancah dunia fashion internasional. Music Is Your fashion Statement!Cheers

Oleh: Karel

Foto: Istimewa

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner