Didgeridoo, “Suara Asli Planet Bumi” Suku Aborigin

Didgeridoo, “Suara Asli Planet Bumi” Suku Aborigin

By: Bobby Agung Prasetyo

 

Segala hal, untuk mencapai titik yang ideal, tentu membutuhkan proses yang panjang; termasuk musik. Death, band asal Amerika yang disinyalir pertama kali memainkan musik proto-punk dalam sejarah, juga menempuh proses panjang (35 tahun) untuk dapat dikenal dan diakui oleh dunia. Begitupun dengan didgeridoo, sebuah alat musik tradisional asli dari Suku Aborigin yang pertama kali ditemukan di Australia Utara.

Didgeridoo mungkin menjadi alat musik tertua di dunia, berdasarkan penelitian yang telah banyak dilakukan. Pertama kali ditemukan di Arnhem Land, Australia Utara, alat ini terbuat dari tungkai dan batang pohon yang telah dilubangi oleh raya, lalu dipotong dengan panjang rata-rata 1,3 meter. Didgeridoo biasanya digunakan sebagai iringan untuk nyanyian dan lagu-lagu, yang kemudian menghasilkan nada renda dengan suara resonan yang memiliki pola berirama dan kompleks.

Didgeridoo biasanya terbentuk ketika sebuah cabang pohon, secara alami berongga, lebih lanjut dilubangi oleh rayap bersarang.  Suku Aborigin Australia memotong cabang-cabang dengan panjang yang sesuai (sekitar 1,5 meter), lekukan keluar kedua ujungnya sedikit lebih dan kadang-kadang merapikan corong dengan permen karet. Ditiup dengan bibir bergetar, yang didgeridoo memberikan catatan yang mendasar dengan deret harmonik yang kaya dan kompleks. Tekanan udara konstan dipelihara oleh sekaligus meniup melalui mulut dan pernapasan melalui hidung, dengan menggunakan pipi sebagai reservoir (tempat penyimpan tekanan udara-RED).

Didgeridoo tradisional itu dibuat dari kayu Eucalyptus yang sudah dilubangi oleh rayap. Tetapi karena budaya Barat telah menemukan didgeridoo, orang membuat didgeridoo dari PVC, poli hitam pipa, fiberglass, bambu, Agave dan segala jenis kayu. Namun tetap saja konon katanya, suara didgeridoo yang asli adalah suara terbaik dari versi-versi lainnya, sekalipun itu modern. Dalam suatu pernyataan yang dicetuskan oleh seorang pakar, jika memang ‘Planet Bumi’ memiliki suara, maka suaranya adalah suara didgeridoo. Suara tertua yang melegenda dan pertama membuat alam semesta merdu, asli dari utara Benua Australia.

 

Foto : Istimewa

Video Courtesy By Youtube

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner