Saat Sastra Dibalut Oleh Nada

Saat Sastra Dibalut Oleh Nada

By: esadewo

Teks atau lirik lagu terkadang menjadi mantra pemanis dan penguat bagi makna musik yang telah dibuat dan dibentuk dari rangkaian nada hingga melodi. Bagaimana jadinya jika musik bersenggama dengan karya sastra yang identik dengan penjiwaan mendalam hingga menjadi bentuk kontemplasi diri bahkan kritik terhadap suatu hal yang dituangkan pada bentuk tulisan.

Musikalisasi puisi, sajak ataupun prosa, bukan suatu temuan baru di dunia, khususnya di Indonesia. Pada catatan sejarah musik Indonesia modern, tahun 1940-an awal, Komponis Cornel Simanjuntak berkolaborasi dengan sastrawan Angkatan Pujangga Baru Sanusi Pane dan menghasilkan beberapa karya musik seriosa, antara lain: Kemuning, Oh Angin. Di tahun 60-an ada pemusik FX Soetopo berkolaborasi dengan penyair Kirdjomulyo menghasilkan sekumpulan lagu Seriosa Puisi Rumah Bambu, Elegie dan lain lain. Juga sastrawan Taufiq Ismail di tahun 1970-an bekerja sama dengan grup musik Bimbo mencipta lagu - lagu Pop Nasyid/rohani, menghasilkan antara lain Ada Anak Bertanya pada Bapaknya, Sajadah Panjang, Rindu Rosul dll.

Adapula musisi era sekarang macam DeuGalih and The Folks yang membawakan sebuah puisi dari sastrawan Chairil Anwar yang berjudul “Buat Gadis Rasyid”, serta Banda Neira pada EP yang bertajuk “Di Paruh Waktu” memuat Musikalisasi Puisi Subagio Sastrowardoyo yang berjudul “Rindu”.

Adapula musisi yang membuat teks lagu yang disusun dari sebuah puisi, dalam konteks tersebut bisa dikategorikan dalam menyanyikan puisi, namun belum termasuk musikalisasi total. Ada banyak jenis penyampaian puisi dengan cara musikalisasi ini tapi dengan catatan musik yang dibuat adalah untuk kepentingan puisi dan musik dapat menyampaikan apresiasi terhadap jiwa dalam karya sastra tersebut seperti bentuk dramatisasi dari suatu hal.

Saat sastra dipadukan dengan musik menjadi sebuah irama, harmoni dan ritme yang menjadikan jiwa karya sastra tersebut berjalan seiring dalam nada yang mewakili karya tersebut menjadi semakin kuat dan berdaya tarik kuat serta layak mendapatkan apresiasi penikmat karya sastra dan juga musik.

Sumber:

http://www.rumpunnektar.com/2013/12/unsur-unsur-musikalisasi-puisi.html

Foto : Istimewa

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner