Concert Flashpoint “Bhinneka Tunggal Ika 2015”: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa(D)

Concert Flashpoint “Bhinneka Tunggal Ika 2015”: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa(D)

Pada 13 November 2015, event akbar ini membawa ‘aura Bandung’ ke atas venue Sama Sisi Creative Work (Mataram), dengan melangsungkan program dialog budaya (bersama JASAD dan para komunitas lokal) pada pukul 7 malam WITA. Pagi sebelumnya, giliran ‘aura Eropa rasa Bandung’ yang telah tertancap di tanah Mataram, melalui photo exhibition eksklusif JASAD selama tur mancanegara (Bandung Blasting 2015).

Esok harinya (14 November 2015), JASAD melanjutkan ekspedisi dari Mataram ke Selong (Lombok Timur) guna menyukseskan aneka social movements sejak pukul 10 pagi hingga malam menjemput – tidak ada konser? Ya, sampai sini belum.

Barulah pada 15 November 2015, JASAD ‘membakar’ tanah Lombok lewat main-event alias program puncak “DCDC Bhinneka Tunggal Ika East-Lombok Deathfest”, yang dinamai ‘Big Bang’. Berlokasi di Lapangan Pora Selong (Lombok Timur), sejak pukul 2 siang WITA, Man (vokalis) beserta kabinet cadasnya menggilas repertoar klimaks. Di samping JASAD, sembilan ‘local treasure’ lainnya turut memanaskan panggung. Kesembilan band lokal kebanggaan jazirah Lombok ini adalah: Kartasis, Sejuta Ummat, Nomad, Faceblood, Error Mind, Gallery Of Death, Enormyth, Wail, dan Absolute Hatred – jajaran nama yang beberapa tahun lagi segera menjelma jadi ‘raksasa muda’ dari ‘bawah tanah’.

Tak terasa, sudah 3 tahun helaran ini melintasi benak memori kita. Saatnya kembali bergerak. Teruslah berusaha meluas – karena bisa jadi, dari sanalah kita menemukan keluasan.

BACA JUGA - Kilas Balik Atmosfer Persinggahan Bhinneka Tunggal Ika di Tahun 2013

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner