Concert Flashpoint “Bhinneka Tunggal Ika 2015”: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa(D)

Concert Flashpoint “Bhinneka Tunggal Ika 2015”: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa(D)

Sebuah potret keindahan sosial (dan musikal) yang arif nan berkelas, kala musisi legenda dari satu kota besar ‘rela’ menyambangi wilayah ‘urat syaraf’ Nusantara; untuk tak sekadar ‘mejeng’ di panggung saja.

Pada 2015 lalu, sosok ‘local treasure’ senior ‘rela’ meraih tangan ‘local treasure’ lain yang lebih ‘junior’. JASAD brought something to ‘rebuild’ – and ‘remember’. Ke-legendaris-an kuartet death-metal Bandung, JASAD, terus menggema ke seantero negeri. Seakan tak kenal lelah memproklamirkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, agar tak lantas populer sebagai orasi, puisi, atau semata-mata menghias LKS PPKn anak sekolah saja. Visi ‘memanusiakan manusia’ lewat seni dan budaya, masih mereka yakini sebagai konsep multi-kultural melalui aset intelejensi cadasnya. Sejak 2013 silam hingga saat ini, sudah belasan kota menjadi saksi akan ‘safari metal’ sang JASAD.

Dengan dukungan dari DCDC (www.djarumcoklat.com), aksi gahar mereka sempat menggapai wilayah Lombok (Nusa Tenggara Barat), pada November 2015 silam. Helatan istimewa bertajuk “DCDC Bhinneka Tunggal Ika East-Lombok Deathfest” ini turut menggandeng teman-teman komunitas lokal di regional Lombok.

Sebuah momentum menarik, mengingat beberapa hari sebelumnya Indonesia baru saja sibuk menyuarakan Hari Pahlawan (10 November). Meski pada faktanya, the real hero adalah mereka-mereka yang benar-benar paham dan mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika itu sendiri. Lewat jalur apapun.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner